ACEH — Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2025 Induk Koperasi TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Rabu (15/7/2026), menjadi momentum peluncuran sistem digital Dermaga. Platform ini dirancang untuk menghubungkan pengelolaan operasional bongkar muat dalam satu sistem yang transparan dan efisien.
Dari Permintaan Tenaga Kerja hingga Pembayaran dalam Satu Genggaman
Nasir menjelaskan, Dermaga mengintegrasikan alur kerja yang sebelumnya terpisah-pisah. Mulai dari permintaan tenaga kerja, verifikasi pekerjaan, penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK), pelaksanaan di lapangan, pencatatan kehadiran, penyusunan berita acara, hingga proses penagihan dan pembayaran.
"Administrasi yang masih dilakukan manual kerap menyebabkan proses kerja berjalan lambat, data tersebar di berbagai dokumen, koordinasi antarpihak kurang optimal," ujarnya dalam sambutan.
Ekosistem Real-Time Gantikan Tumpukan Dokumen Fisik
Menurut Nasir, digitalisasi ini bertujuan membangun ekosistem kerja yang saling terhubung. Seluruh proses dapat dipantau secara langsung tanpa perlu menunggu laporan fisik yang memakan waktu.
"Lewat Dermaga ini, kami ingin menghadirkan tata kelola kegiatan bongkar muat yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel," kata dia. Ia menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar mengubah format dokumen menjadi elektronik.
Langkah Awal Transformasi Digital di Sektor Kepelabuhanan
Peluncuran Dermaga menjadi langkah konkret TKBM dalam merespons kebutuhan efisiensi di sektor logistik. Selama ini, koordinasi antarpihak seperti operator pelabuhan, pengguna jasa, dan tenaga kerja kerap terhambat oleh sistem manual.
Ke depan, platform ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu kapal dan mempercepat arus barang di pelabuhan. Nasir menyebut pihaknya akan terus mengembangkan fitur sesuai kebutuhan lapangan.