Infinite Machine Olto: E-Bike Aneh atau Revolusi Mobilitas Perkotaan? Ini Ulasan Lengkapnya

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 10:29:01 WIB
Infinite Machine Olto hadir dengan bobot 80 kilogram dan pedal fungsional, mengaburkan batas antara sepeda listrik dan motor listrik.

ACEH — Mungkin Anda bertanya-tanya, di mana letak keanehan Infinite Machine Olto? Kendaraan ini hadir dengan pedal fungsional, tapi bobotnya mencapai 80 kg — jauh dari tipikal sepeda listrik pada umumnya. Suspensi depan-belakang, kursi untuk dua orang, dan baterai yang bisa dilepas justru lebih mengingatkan pada skuter atau motor listrik. Namun secara regulasi, Olto dikirim sebagai e-bike Kelas 2 dengan batas daya 750W dan kecepatan 20 mph (32 km/jam).

Akselerasi Sengit di Awal, Lalu Stabil di Kecepatan Menengah

Saat gas dibuka dari posisi diam, Olto terasa sangat responsif. Dalam mode tidak terbatas, akselerasi 2 kW-nya cukup untuk meninggalkan mobil di lampu merah — setidaknya untuk tiga detik pertama. Setelah menyentuh 32 km/jam, tarikannya mulai landai, tapi masih terasa bertenaga hingga kisaran 48 km/jam. Tidak pernah terasa lambat, hanya tidak seekstrem saat start.

Fitur reverse menjadi kejutan menyenangkan. Membantu memundurkan kendaraan seberat 80 kg ke garasi atau parkiran sempit tanpa harus mendorong dengan posisi tubuh tidak nyaman. Cukup tekan tombol, motor bekerja.

Rem Motor, Bukan Rem Sepeda

Sistem pengereman menggunakan cakram hidrolik dengan modulasi yang baik. Tidak pakem mendadak, tapi memberikan rasa percaya diri saat kecepatan mulai tinggi. Infiniti Machine memilih komponen rem yang lebih mendekati standar motor ketimbang sepeda, sebuah keputusan tepat mengingat bobot dan performa Olto.

Desain yang Membelah Opini, Tapi Fungsional

Tampilan Olto memang tidak biasa. Bentuknya seperti patung industri minimalis yang dilipat menjadi kendaraan. Di jalan, tidak ada yang bisa mengabaikannya — sebagian orang menyukainya, sebagian tidak. Tapi itulah tujuannya: menjadi berbeda.

Joknya ternyata lebih nyaman dari dugaan. Meski tidak semewah sadel skuter besar, untuk perjalanan kota sehari-hari, pantat tidak cepat pegal. Spionnya juga stabil, tidak bergetar buram seperti yang sering ditemui pada e-bike murah. Detail kecil yang penting untuk keselamatan.

Baterai, Port, dan Kompartemen: Sentuhan Praktis yang Jarang Dipikirkan

Melepas baterai Olto terasa mulus. Ditambah dengan docking station opsional, mengisi daya jadi aktivitas yang rapi — tinggal meletakkan baterai, tanpa repot mencolokkan kabel. Tersedia port USB-C dan USB-A, mengakomodasi berbagai perangkat. Kompartemen kecil di antara kaki cukup berguna, dan panel samping bisa dilepas untuk membuat step-through yang lebih rendah.

Infinite Machine Olto bukan kendaraan untuk semua orang. Tapi justru di situlah letak daya tariknya. Ia menawarkan pendekatan baru terhadap mobilitas perkotaan: bobot dan performa mendekati motor, tapi tetap bisa dikayuh secara legal sebagai e-bike. Pertanyaan besarnya sekarang: apakah regulasi di Indonesia siap menyambut kendaraan semacam ini?

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top