BANDA ACEH — Bencana alam yang melanda Aceh delapan bulan lalu masih menyisakan duka dan kerusakan, khususnya di kawasan Gayo. Namun, semangat pemulihan tak hanya datang dari pembangunan fisik. Sejumlah perupa lokal memilih kanvas alternatif: kaos polos.
Lewat gelaran bertajuk “SHOW ART Melukis Kaos”, tiga seniman bakal menunjukkan proses kreatif di pelataran Toko Olexs Kaos Aceh, Peunayong, mulai pukul 20.00 WIB. Acara ini digagas sebagai ajang apresiasi seni sekaligus penggerak ekonomi kreatif bagi perupa daerah.
Ketiga perupa yang akan berkolaborasi adalah Iswadi Basri dari Komunitas Apotek Wareuna, Olexs selaku penggagas Olexs Kaos Aceh, serta Kamar Agam, seniman asal Gayo yang bernaung di Sanggar Lukis Atelier. Mereka tak lagi menggunakan kanvas konvensional, melainkan kaos polos sebagai media utama.
Kamar Agam mengungkapkan, karya yang akan ia goreskan menyimpan pesan moral tentang ketabahan. “Bencana memang menyisakan duka dan kerusakan, terutama bagi kami yang merasakan langsung di kawasan Gayo. Tapi seni tidak boleh mati bersama reruntuhan,” ujarnya saat ditemui di sela persiapan, Kamis (23/7/2026).
“Kaos yang kita lukis bukan sekadar pakaian yang dijual, tapi ada cerita, kenangan, dan doa yang melekat di dalamnya. Kami berharap siapa pun yang memakainya nanti ikut merasakan semangat pantang menyerah itu,” tambah Kamar Agam.
Selain menjadi wadah katarsis, kegiatan ini dirancang untuk mendorong ekonomi kreatif yang nyata. Selama ini, karya seni rupa murni kerap dinilai berjarak dari masyarakat akibat harga kanvas yang tinggi atau terbatasnya ruang pamer. Lewat medium kaos, seni rupa dihadirkan lebih merakyat dan fungsional.
Inisiator kegiatan dari Olexs Kaos Aceh menyatakan, konsep ini diharapkan menjadi stimulus baru bagi pasar seni rupa di Banda Aceh. Acara ini tidak berhenti sebagai agenda tunggal, melainkan diproyeksikan menjadi program mingguan setiap Sabtu malam dengan merangkul berbagai pelukis dan komunitas seni lintas generasi secara bergantian.
Gelaran ini terselenggara berkat kolaborasi lintas komunitas dan dukungan dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Turut mendukung antara lain Komunitas Apotek Wareuna, Sanggar Lukis Atelier, Olexs Kaos Aceh, Sumboe art Community, Kana Art Institute, MaSA, dan Belajar Menggambar Mewarnai Bersama cek is.
Masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya diundang hadir langsung ke kawasan Peunayong pada Sabtu malam. Pengunjung bisa menyaksikan proses pembuatan wearable art dan berinteraksi dengan para perupa yang sedang berkarya.