Pencarian

47 UMKM Aceh Bawa Tema “Beudaya Meusare Sare” ke KKI 2026 di Jakarta, Targetkan Pasar Global

Kamis, 20 Agustus 2026 • 00:31:31 WIB
47 UMKM Aceh Bawa Tema “Beudaya Meusare Sare” ke KKI 2026 di Jakarta, Targetkan Pasar Global
UMKM Aceh menampilkan produk kreatif dan budaya daerah pada KKI 2026 di Jakarta, 20-23 Agustus 2026.

JAKARTA — Sebanyak 47 UMKM asal Aceh akan membawa produk kreatif dan kekayaan budaya daerah dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20-23 Agustus 2026. Partisipasi ini menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk berbasis kearifan lokal kepada konsumen dan calon mitra bisnis dari berbagai daerah.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Aceh mengusung tema “Beudaya Meusare Sare”. Tema ini merepresentasikan semangat kolaborasi dalam mendorong UMKM agar semakin tangguh, berkembang, dan berdaya saing di pasar yang kompetitif.

Momentum Strategis Menembus Pasar Global

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menegaskan bahwa KKI bukan sekadar pameran produk UMKM. Ajang ini merupakan momentum untuk mempertemukan kekuatan ekonomi kreatif daerah dengan pasar yang lebih luas, termasuk membuka akses menuju pasar global.

“KKI bukan sekadar ajang pameran produk UMKM, tetapi merupakan momentum untuk mempertemukan kekuatan ekonomi kreatif daerah dengan pasar yang lebih luas,” ujar Agus, Rabu (19/8/2026).

Menurut Agus, kekayaan budaya Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Namun, pengembangannya perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, standardisasi, digitalisasi, serta perluasan jaringan pemasaran.

Dengan pendekatan tersebut, budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Produk yang Dibawa ke Pameran

Sebanyak 47 UMKM Aceh akan menampilkan beragam produk ekonomi kreatif, mulai dari wastra, fesyen, kriya, makanan dan minuman, hingga produk kreatif lainnya yang mengangkat kekayaan lokal. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat posisi produk Aceh di industri kreatif nasional.

Showcase Budaya dan Wastra Aceh

Selain pameran produk, Aceh juga menghadirkan showcase kebudayaan. Pengunjung akan diperkenalkan dengan berbagai produk kreatif khas Aceh, kesenian tradisional, serta wastra yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Wastra Aceh menjadi salah satu bagian utama dalam showcase tersebut. Koleksi yang ditampilkan menonjolkan kekayaan motif, teknik, material, serta cerita yang melekat pada produk tekstil tradisional. Unsur tradisional ini kemudian dipadukan dengan desain fesyen dan kriya kontemporer, menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus dikembangkan mengikuti kebutuhan pasar tanpa kehilangan identitasnya.

Kolaborasi untuk Ekosistem UMKM yang Berkelanjutan

Kehadiran seni pertunjukan, elemen visual, artefak, dan produk kreatif khas Aceh juga diharapkan memperkuat pesan bahwa produk UMKM tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita dan identitas budaya.

Melalui tema “Beudaya Meusare Sare”, Bank Indonesia Provinsi Aceh mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya, memperkuat ekosistem UMKM yang inovatif dan berdaya saing.

Keikutsertaan Aceh di KKI 2026 diharapkan menjadi katalis untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus memperluas pasar produk unggulan daerah di tingkat nasional hingga internasional. [*]

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks