JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan pengerjaan fisik peningkatan Jembatan Gantung Sikundo di Aceh Barat dimulai pada Sabtu (1/8/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hanyutnya jembatan lama akibat banjir bandang yang memutus akses warga beberapa waktu lalu.
“Jembatan Sikundo InsyaAllah bisa kok, nanti kita support dari Balai Jalan kita. Kita buat jembatan yang agak tinggi supaya pada saat ada banjir jembatan itu aman,” kata Dody usai meninjau lokasi, Minggu (2/8/2026).
Sebelum konstruksi permanen rampung, pemerintah telah membangun dua jembatan gantung perintis sebagai akses sementara. Jembatan darurat tersebut merupakan hasil kolaborasi TNI dan Polri agar mobilitas warga kembali normal.
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh kini meningkatkan status jembatan perintis itu menjadi struktur permanen. Desain baru akan mengacu pada kajian hidrologi sungai serta arahan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terkait ketinggian bangunan.
Ketinggian jembatan menjadi poin krusial dalam desain anyar ini. Dody menjelaskan, ruang bebas atau freeboard terhadap muka air banjir akan dibuat lebih memadai dibanding konstruksi sebelumnya.
“Tadi juga Pak Bupati sudah kasih arahan supaya bikin agak tinggi dari yang kemarin,” tambahnya.
Pertimbangan ini lahir dari pengalaman pahit saat banjir bandang menghanyutkan jembatan eksisting. Kondisi tersebut sempat memaksa warga menyeberangi sungai menggunakan sling kabel baja, sebuah situasi berisiko tinggi yang menarik perhatian publik.
Menteri Dody juga menginstruksikan BPJN Aceh melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jembatan gantung lain di akses menuju Gampong Sikundo yang dibangun pada 2018. Survei teknis komprehensif akan menjadi dasar penyusunan desain peningkatan.
Apabila hasil kajian menunjukkan perlunya penggantian konstruksi, pemerintah menyiapkan desain khusus dengan struktur lebih kuat. Target akhirnya bukan sekadar memulihkan akses, tetapi memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap bencana di kawasan tersebut.
BPJN Aceh telah melakukan penanganan awal berupa pengecekan lokasi, pemasangan safety line, serta penyiapan personel, alat berat, dan material konstruksi. Dengan dimulainya pekerjaan fisik pada awal Agustus 2026, konektivitas kawasan diharapkan pulih total dan mampu menopang mobilitas jangka panjang warga Pante Ceureumen.