ACEH BESAR — Puluhan siswa SDN Lambirah mengikuti rangkaian kegiatan literasi dan edukasi pangan yang digagas Tim KKN Tematik Literasi Kelompok 7 Universitas Syiah Kuala (USK). Program yang berlangsung selama dua hari ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif di luar jam pelajaran biasa.
Pada hari pertama, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan budaya baca. Mahasiswa mengajak para siswa membaca bersama, bermain permainan edukatif, serta mengikuti aktivitas yang melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama.
Suasana belajar berlangsung aktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dikemas secara kreatif oleh tim mahasiswa.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan materi penyuluhan dari Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar. Para siswa mendapat pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sebagai fondasi pola hidup sehat.
Materi tidak disampaikan dalam bentuk ceramah satu arah. Tim mahasiswa dan petugas dinas mengemasnya melalui diskusi interaktif dan permainan edukatif agar mudah dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Tim KKN Tematik Literasi Kelompok 7 USK Tahun 2026 yang diketuai oleh Dony Rizky Hidayat. Ia bersama sembilan rekannya—Syifaul Qalbi, Annisa Yassmin, Febrian, Agrita Salva Mahfuza, Firadia Annisa Zikrina, Isabelini Gajah, Raisa Khaira Hidayat, Zahra Salsabila, dan Dhafira Agustiya—berkomitmen menghadirkan program yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi yang terjalin antara mahasiswa USK, pihak sekolah, dan Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, literasi, dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Aceh Besar.
Ke depan, tim KKN berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya di SDN Lambirah, tetapi juga di sekolah-sekolah dasar lain di Aceh Besar. Tujuannya jelas: menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat melalui pemahaman gizi yang baik sejak usia dini.