BANDA ACEH — Pengawasan ekspor batubara tak lagi hanya mengandalkan teori di ruang kelas. Kanwil DJBC Aceh menerjunkan petugasnya ke lapangan untuk mempraktikkan teknik pengambilan sampel komoditas di PT Mifa Bersaudara, pekan ini.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Asral Effendi, didampingi Kepala KPPBC TMP C Meulaboh, Ahmad Yudi Fevrianto. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Pelatihan Teknis (Peltek) Batubara yang sebelumnya diselenggarakan oleh Kanwil DJBC Aceh.
Dalam praktik tersebut, petugas mengamati seluruh tahapan ekspor batubara, mulai dari penanganan komoditas hingga proses pengambilan sampel yang representatif. Sampel yang diambil kemudian diuji di Laboratorium Bea Cukai untuk memastikan jenis, kualitas, dan spesifikasi batubara sesuai dengan dokumen pemberitahuan pabean.
Verifikasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga integritas data ekspor. Langkah tersebut sekaligus mencegah potensi ketidaksesuaian informasi yang dapat memengaruhi penerimaan negara maupun statistik perdagangan nasional.
Asral Effendi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi petugas menjadi kebutuhan agar pengawasan ekspor mampu mengikuti perkembangan industri dan perdagangan internasional.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bea Cukai Aceh dalam meningkatkan kompetensi petugas di bidang pengawasan ekspor batubara. Melalui praktik pengambilan sampel secara langsung di lapangan, petugas tidak hanya memahami prosedur yang berlaku, tetapi juga memperoleh pengalaman teknis yang akan mendukung pelaksanaan tugas secara profesional, akurat, dan akuntabel," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi pelengkap pembelajaran teknis sehingga petugas dapat melaksanakan pengawasan secara lebih efektif dan berbasis standar.
Ahmad Yudi Fevrianto menambahkan, kolaborasi dengan pelaku usaha merupakan faktor penting dalam menciptakan proses ekspor yang lancar sekaligus patuh terhadap ketentuan. Melalui kegiatan seperti ini, petugas dapat memahami proses bisnis secara lebih komprehensif.
"Sinergi yang baik dengan para pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelayanan sekaligus efektivitas pengawasan. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat memahami proses bisnis secara lebih komprehensif sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan lebih optimal," katanya.
Kolaborasi tersebut juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses bisnis ekspor. Dengan begitu, pelayanan kepabeanan dapat semakin cepat tanpa mengurangi kualitas pengawasan.
Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kegiatan ini memperkuat kemitraan antara Bea Cukai Aceh dan PT Mifa Bersaudara sebagai salah satu eksportir batubara di Aceh. Harapannya, kepatuhan pelaku usaha semakin baik, validitas data perdagangan nasional tetap terjaga, serta penerimaan negara dari sektor ekspor dapat dioptimalkan.