Wali Kota Banda Aceh Ajak Warga Gampong Baru Perkuat Gotong Royong Bersihkan Drainase untuk Kurangi Risiko Banjir

Penulis: Ricki Manurung  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 14:33:53 WIB
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengajak warga Gampong Baru membersihkan drainase untuk mengurangi risiko banjir.

BANDA ACEH — Cuaca yang kian tidak menentu menuntut kesiapsiagaan warga dari tingkat paling bawah. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan bahwa rutinitas membersihkan selokan dan drainase dari daun serta sampah plastik adalah benteng pertama mencegah genangan saat hujan deras mengguyur.

“Selokan dan drainase harus rutin dibersihkan dari daun, sampah plastik, maupun material lain yang menghambat aliran air. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko genangan dan banjir saat hujan turun,” kata Illiza di sela kegiatan di Gampong Baru, Minggu (2/8/2026).

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Ada Bank Sampah hingga Pertanian Perkotaan

Kegiatan yang melibatkan aparatur gampong, warga, dan unsur terkait itu tidak hanya fokus pada kerja bakti fisik. Illiza meninjau langsung sejumlah inovasi pengelolaan lingkungan yang telah berjalan di Gampong Baru. Di antaranya bank sampah, pengolahan kompos, hingga pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Gampong Baru juga memiliki Waste Collecting Point (WCP) yang berfungsi sebagai pusat pemilahan sampah tingkat gampong. Menurut Illiza, memilah sampah sejak dari sumbernya mampu menekan volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir.

“Pemilahan sampah sejak dari sumber dapat mengurangi volume sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui pemanfaatan kembali sampah yang masih bernilai,” ujarnya.

KWT Gampong Baru Buktikan Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Pekarangan

Upaya adaptasi perubahan iklim di Gampong Baru tidak berhenti pada pengelolaan sampah. Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat mengembangkan pertanian perkotaan dengan membudidayakan cabai, bawang, kacang tanah, hingga tanaman hidroponik. Inisiatif ini dinilai memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi dan iklim.

Illiza menilai praktik yang diterapkan di Gampong Baru membuktikan bahwa Proklim bukan sekadar program kebersihan. Program ini disebutnya mampu membangun ketahanan masyarakat secara menyeluruh melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif warga.

“Saya berharap praktik yang diterapkan di Gampong Baru dapat menjadi contoh bagi gampong lain di Banda Aceh dalam mengembangkan program pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat,” pungkas Illiza.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top