Pemkab Aceh Besar Percepat Penanganan Kekeringan, Distribusi Air Bersih Jadi Prioritas Utama

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 15:05:31 WIB
Bupati Aceh Besar memimpin rapat posko siaga darurat kekeringan di BPBD Aceh Besar, Sibreh, Minggu (2/8/2026) malam.

ACEH BESAR — Rapat Keposkoan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kering berlangsung di Posko BPBD Aceh Besar, Sibreh, Minggu (2/8/2026) malam. Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris memimpin langsung rapat tersebut dengan fokus utama memastikan layanan air bersih tetap menjangkau seluruh wilayah yang mulai kesulitan.

Wakil Bupati Syukri A. Jalil, Sekda Bahrul Jamil, Kepala BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, Plt Direktur Perumdam Tirta Mountala, serta Kepala Dinas PUPR turut hadir. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga dilibatkan untuk mengevaluasi kondisi dan menyusun langkah teknis di lapangan.

Bupati: Koordinasi Lintas Sektor Kunci Penanganan Kekeringan

Muharram Idris menegaskan seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat dan memperkuat koordinasi. Distribusi air bersih, kata dia, harus mampu menjangkau semua wilayah yang mengalami kesulitan tanpa terkecuali.

"Kita harus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, terutama di daerah yang mulai terdampak kekeringan. Penanganan harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai tugas masing-masing," ujarnya dalam rapat tersebut.

Dalam kesempatan itu, pemerintah mengevaluasi kesiapan infrastruktur penyediaan air bersih serta langkah teknis untuk meminimalkan dampak kekeringan. Plt Direktur Perumdam Tirta Mountala memaparkan kondisi pelayanan air bersih, sementara Dinas PUPR menjelaskan kesiapan infrastruktur pendukung untuk menjaga pasokan air selama musim kemarau.

Wabup Minta Data Wilayah Terdampak Terus Diperbarui

Syukri A. Jalil meminta pendataan wilayah terdampak terus diperbarui agar penyaluran bantuan air bersih tepat sasaran. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan camat dan aparatur gampong dalam mendampingi masyarakat selama masa siaga.

"Jadwal distribusi air bersih harus diinformasikan secara luas sehingga masyarakat mengetahui kapan dan di mana penyaluran dilakukan," kata Syukri.

Keterbukaan informasi jadwal penyaluran dinilai krusial agar warga di wilayah prioritas bisa mempersiapkan diri. Selain itu, pendampingan aparatur gampong diperlukan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan merata.

Melalui rapat tersebut, Pemkab Aceh Besar menegaskan fokus penanganan saat ini adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top