LHOKSEUMAWE — Pemko Lhokseumawe memastikan proses penyaluran bantuan stimulan untuk rumah rusak akibat bencana terus berjalan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melibatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Wali Kota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa rehabilitasi hunian tidak bisa ditunda. Rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kehidupan keluarga dan aktivitas sosial warga.
Dalam rapat virtual bersama BNPB, sejumlah poin penting dibahas untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyamaan persepsi terkait verifikasi data penerima manfaat.
Kelengkapan administrasi dan mekanisme pencairan dana juga menjadi agenda utama. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis di lapangan yang kerap memperlambat proses penyaluran.
Wali Kota dalam rapat tersebut didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe Said Bachtiar serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Taruna Putra Satya.
Pemko Lhokseumawe menyadari bahwa ketepatan waktu penyaluran bantuan sangat memengaruhi rasa aman warga. Proses yang transparan dan akuntabel menjadi prioritas agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Melalui koordinasi yang solid, pemerintah optimistis target rehabilitasi dan rekonstruksi dapat tercapai. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mengawasi pelaksanaan program hingga ke tingkat lapangan.
Wali Kota Sayuti Abubakar berharap pelaksanaan BSRR Tahap I dapat berjalan sesuai target yang telah ditentukan. Dengan begitu, masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati kembali hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Percepatan pemulihan ini juga dimaksudkan untuk mendukung terwujudnya Lhokseumawe sebagai daerah yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang. Pemko berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait demi kelancaran program.