JANTHO — Lahan pertanian di Gampong Mereu Ulee Titi, Kecamatan Indrapuri, menjadi prioritas utama dalam operasi pompanisasi yang digelar Pemkab Aceh Besar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Sebanyak 20 unit pompa air difasilitasi melalui skema pinjam pakai untuk menjaga produktivitas sawah di tengah ancaman kemarau.
Kondisi di lapangan menunjukkan, posisi saluran irigasi yang lebih rendah dari permukaan sawah membuat aliran air tidak mampu menjangkau seluruh areal tanam saat debit air menurun. Akibatnya, tanaman padi mulai kekurangan air di saat masa pertumbuhan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, menyebutkan luas lahan yang terdampak mencapai 20 hektare. Para petani setempat sebelumnya mengeluhkan mesin pompa kelompok tani yang rusak dan tidak bisa difungsikan lagi.
“Permasalahan utama di lokasi ini adalah posisi saluran irigasi yang lebih rendah sehingga saat debit air menurun pada musim kemarau, sawah tidak lagi mendapatkan pasokan air yang cukup,” kata Imam Munandar.
Pompa yang disalurkan merupakan bantuan pinjam pakai sementara dari BWS Sumatera I, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Alat tersebut berfungsi menyedot air dari sumber terdekat untuk dialirkan ke areal persawahan yang membutuhkan.
“Fasilitasi pompa ini merupakan langkah cepat untuk mengatasi kekurangan air di areal persawahan yang terdampak kemarau. Dengan adanya pompa tersebut, air dapat dialirkan ke lahan pertanian sehingga petani tetap bisa mengolah sawahnya dan potensi gagal panen dapat dicegah,” ujarnya.
Muhammad Nazar (51), petani setempat, mengaku terbantu dengan kehadiran pompa pinjam pakai tersebut. Sebelumnya, ia bersama kelompok tani kesulitan mengairi sawah karena mesin pompa milik mereka rusak total.
“Pompa yang kami miliki sudah rusak dan mesinnya tidak bisa dihidupkan lagi. Kami sangat berterima kasih atas bantuan pompa pinjam pakai ini. Harapan kami ke depan bisa mendapatkan pompa yang baru agar pengairan sawah tetap berjalan dengan baik saat musim kemarau,” tutur Muhammad Nazar.
Imam Munandar menambahkan, pompanisasi merupakan instruksi langsung dari Bupati Aceh Besar sebagai bentuk dukungan terhadap petani. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kebutuhan air untuk lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.