MFF Syndicate Nilai Eks Bupati Pidie Jaya Dr. Said Mulyadi Layak Pimpin PT PEMA, Ini Alasannya

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:45:32 WIB
Rapat kerja PT PEMA Perseroda membahas kebutuhan figur pemimpin yang mampu membangun jejaring strategis dengan pemerintah pusat, BUMN, dan investor internasional.

BANDA ACEH — PT PEMA Perseroda dinilai membutuhkan figur yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga mampu membangun jejaring strategis dengan pemerintah pusat, BUMN, hingga investor internasional. Fase transformasi perusahaan saat ini disebut menjadi penentu arah investasi energi di Aceh.

M. Fauzan Febriansyah yang akrab disapa Fauzan menjelaskan, posisi PT PEMA semakin strategis dalam dua tahun terakhir. Hal ini seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan industri hilir energi di Aceh, termasuk penjajakan ekosistem gas bumi bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Tiga Kapasitas Utama yang Dibutuhkan Dirut PT PEMA

Menurut Fauzan, pemimpin PT PEMA ke depan harus memiliki tiga kapasitas utama. Pertama, kemampuan membangun komunikasi lintas lembaga dengan kementerian, BUMN energi, SKK Migas, serta investor nasional dan internasional.

Kedua, pengalaman memimpin organisasi besar dengan tata kelola yang kompleks. Ketiga, kemampuan memahami arah kebijakan pembangunan nasional agar perusahaan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi.

“Memimpin PT PEMA bukan sekadar mengelola perusahaan. Direktur Utama juga harus menjadi duta investasi Aceh yang mampu membangun komunikasi dengan investor, kementerian, BUMN, hingga mitra internasional untuk memastikan proyek-proyek strategis dapat direalisasikan,” ujar Fauzan.

Blok Andaman dan Peluang Hilirisasi Gas di KEK Arun

Pemerintah Aceh terus mendorong agar gas dari Blok Andaman tidak hanya diekspor sebagai komoditas mentah. Gas tersebut diharapkan menjadi bahan baku industri melalui pengembangan kawasan industri di KEK Arun Lhokseumawe.

Fauzan menyebut agenda hilirisasi ini merupakan salah satu peluang ekonomi terbesar Aceh dalam beberapa dekade terakhir. Karena itu, PT PEMA dinilai membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir melampaui aspek administratif dan membangun ekosistem investasi yang kuat.

“Aceh tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil sumber daya alam. PT PEMA harus menjadi motor lahirnya industri baru,” katanya.

Rekam Jejak Dr. Said Mulyadi sebagai Modal Kepemimpinan

MFF Syndicate menilai pengalaman Dr. Said Mulyadi selama memimpin Kabupaten Pidie Jaya menjadi modal yang relevan. Pengalaman sebagai kepala daerah memberikan pemahaman mengenai sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, pengelolaan pembangunan, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Fauzan menambahkan, perusahaan milik daerah saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade lalu. Persaingan menarik investasi semakin ketat, sementara proyek-proyek energi membutuhkan kepastian tata kelola dan kemampuan negosiasi yang kuat.

“Direktur Utama PT PEMA ke depan tidak hanya berperan sebagai chief executive officer, tetapi juga sebagai chief investment ambassador bagi Aceh. Ia harus mampu meyakinkan investor, membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, BUMN, dan pelaku industri, serta memastikan peluang besar seperti Blok Andaman benar-benar bermuara pada investasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja,” tutup Fauzan.

Sebagai informasi, MFF Syndicate merupakan kelompok kajian independen yang bergerak di bidang politik, hukum, ekonomi, dan kebijakan publik.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: mediasatunews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top