LHOKSEUMAWE — Aksi kemanusiaan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berhasil mengamankan puluhan kantong darah. Dari total 57 pendaftar, proses skrining kesehatan yang ketat menyaring 19 orang lainnya karena dianggap belum memenuhi syarat sebagai pendonor.
Kegiatan ini melibatkan lintas instansi, mulai dari jajaran internal Kantor Imigrasi, Dharma Wanita Persatuan, perwakilan TNI-Polri, instansi pemerintah, BUMN, mitra kerja, hingga masyarakat umum yang hadir langsung di lokasi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, menegaskan bahwa setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai krusial bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Donor darah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengabdian yang berdampak langsung pada keselamatan banyak orang.
"Setiap tetes darah yang didonorkan merupakan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga sinergi ini terus terjalin dan semakin memperkuat semangat gotong royong dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat," kata Azhan Miraza.
Menurut Azhan Miraza, program ini merupakan wujud nyata dari semangat "Imigrasi untuk Rakyat". Pihaknya ingin menunjukkan bahwa kontribusi institusi tidak hanya terbatas pada pelayanan keimigrasian yang prima, tetapi juga hadir dalam aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.
Ia menyampaikan bahwa donor darah adalah aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat besar bagi sesama. Melalui kegiatan ini, ia mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat berbagi di tengah kehidupan sehari-hari.
Azhan Miraza secara khusus mengapresiasi dukungan penuh dari PMI Kabupaten Aceh Utara yang telah memfasilitasi jalannya kegiatan pengambilan darah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh instansi dan elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam memeriahkan rangkaian HUT RI kali ini.
Dengan terkumpulnya 38 kantong darah, stok darah di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya diharapkan mampu menutupi kebutuhan mendesak, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi rutin maupun penanganan gawat darurat.