BANDA ACEH — Enam mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) resmi menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Internasional 2026 di Kampong Aceh Management Centre (KAMC), Yan, Negeri Kedah, Malaysia. Mereka terlibat dalam pengabdian masyarakat sekaligus memperkuat pertukaran budaya di tingkat regional Asia Tenggara.
Delegasi UTU terdiri dari Friska Ayu Amelia (Ilmu Administrasi Negara), Mhd. Khavi Badrian (Manajemen), Arfah Syahputri (Ilmu Hukum), Aura Nazwa (Teknologi Informasi), Fahriza Adhelina (Sumber Daya Akuatik), dan Felisa Aprilia (Akuntansi). Keenamnya lolos seleksi ketat yang digelar Pusat KKN dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UTU.
Sebelum memulai pengabdian, rombongan mahasiswa melakukan kunjungan akademik ke Universiti Sains Malaysia (USM) pada 3 Agustus 2026. Agenda ini dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan tata kelola perguruan tinggi, pengembangan riset, hingga praktik baik pelaksanaan program pengabdian masyarakat di Malaysia.
Setelah menyelesaikan rangkaian akademik di USM, para mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju Kampong Aceh. Mereka disambut hangat oleh masyarakat setempat dalam pertemuan awal yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengenalan budaya dan kehidupan warga Kampong Aceh.
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menegaskan bahwa program internasional ini menjadi sarana penting untuk memperluas pengalaman mahasiswa melalui interaksi lintas budaya.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memahami keberagaman budaya, membangun kolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam konteks internasional," ujar Nyak Amir dalam keterangan resminya.
Senada dengan itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, M.P., menilai kegiatan ini menjadi wadah aplikasi ilmu pengetahuan sekaligus pengembangan kepedulian sosial di lingkungan internasional.
"KKN Kolaborasi Internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, pengalaman sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara kolaboratif," tutur Yuliatul.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa UTU tidak berjalan sendiri. Mereka bergabung dengan peserta dari Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Halu Oleo (UHO).
Kolaborasi juga melibatkan mahasiswa dari Universiti Putera Malaysia, Universiti Utara Malaysia, serta Prince of Songkla University, Thailand. Perpaduan peserta dari tiga negara ini menjadikan KKN kali ini sebagai forum pertukaran budaya dan keilmuan yang lebih luas.
Kepala Pusat KKN dan MBKM UTU yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ir. Fitriadi, S.T., M.T., IPM., mengingatkan bahwa para mahasiswa mengemban tanggung jawab besar selama mengikuti program tersebut.
"Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai duta akademik Universitas Teuku Umar yang membawa nilai-nilai keilmuan, kreativitas, dan semangat pengabdian," kata Fitriadi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para mahasiswa bersama masyarakat dan delegasi dari berbagai perguruan tinggi melakukan penanaman bibit pohon durian di kawasan Kampong Aceh. Aksi lingkungan ini menjadi simbol persahabatan lintas negara sekaligus komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan di Negeri Kedah.