Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen, Target Tersambung Bulan Ini

Penulis: Jonatan Nasution  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15:31 WIB
Wakil Presiden Gibran meninjau progres pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen, Aceh, Kamis (tanggal).

BIREUEN — Rombongan Wakil Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung disambut oleh Kepala BPJN Aceh Zulkarnain. Kunjungan ini turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Bireuen Mukhlis.

Jembatan yang berada di jalan lintas Sumatera ini sebelumnya putus diterjang banjir bandang yang melanda Bireuen pada akhir November 2025 lalu.

Apresiasi Wapres atas Kerja Siang Malam

Zulkarnain menyebut Wapres memberikan respons positif terhadap percepatan pembangunan yang dilakukan para pekerja di lapangan.

"Pak Wapres memberikan apresiasi atas pengerjaan jembatan yang dilakukan siang malam oleh pekerja," kata Zulkarnain kepada wartawan di lokasi, Kamis.

Pengerjaan jembatan dilakukan dengan sistem shift untuk memastikan proyek berjalan tanpa henti. "Pengerjaannya terus dikebut dengan pembagian shift pengerjaan, baik shift siang dan malam," ungkapnya.

Target Tersambung dan Beroperasi

Zulkarnain memastikan struktur utama jembatan akan tersambung dalam bulan Agustus ini. Setelah itu, pengerjaan akan dilanjutkan untuk rehabilitasi jembatan lama di lokasi yang sama.

Dia menambahkan, jembatan baru ini ditargetkan bisa digunakan oleh masyarakat pada awal 2027. Keberadaan jembatan ini menjadi krusial karena menghubungkan arus transportasi darat antara Banda Aceh dan Medan.

Dampak Banjir Bandang dan Jembatan Bailey

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bireuen akhir November 2025 lalu merusak sejumlah infrastruktur jembatan, salah satunya Krueng Tingkeum. Putusnya akses ini sempat mengganggu distribusi logistik dan memicu kenaikan harga barang di pasaran.

Untuk menjaga arus lalu lintas selama masa pembangunan, pemerintah mengoperasikan jembatan bailey dengan sistem buka tutup. Kendaraan dari arah Banda Aceh menuju Medan atau sebaliknya harus mengantre selama satu jam sekali untuk bisa melintas.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: portalsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top