30 Karhutla Melanda Aceh Besar Sepanjang Januari-Juli 2026, 21 Hektare Lahan Hangus dan Tersebar di 8 Kecamatan

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:48:31 WIB
Petugas BPBD Aceh Besar memadamkan api di kawasan lahan kering yang terbakar di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (7/8/2026).

KOTA JANTHO — BPBD Aceh Besar mencatat 30 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang Januari hingga Juli 2026, menghanguskan sekitar 21 hektare lahan di delapan kecamatan. Titik api terbanyak terdeteksi di Kecamatan Blang Bintang dan Lembah Seulawah, dua wilayah yang dominan lahan keringnya.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menyebut musim kemarau membuat vegetasi kering mudah terbakar. “Sejak Januari hingga Juli 2026, kejadian karhutla diperkirakan mencapai sekitar 21 hektare,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Pemicu Kebakaran: Cuaca Kering dan Pembukaan Lahan

Ridwan menjelaskan, api yang muncul di kawasan kering berpotensi cepat membesar jika tidak segera ditangani. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar disebut sebagai salah satu pemicu yang sering memicu kebakaran meluas.

Kondisi ini diperparah oleh faktor cuaca yang cenderung kering belakangan ini. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, terutama di tengah kondisi vegetasi yang mudah terbakar.

Imbauan Masyarakat: Jangan Bakar Lahan, Segera Laporkan Titik Api

BPBD Aceh Besar meminta warga segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar petugas dapat turun lebih cepat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin sehingga tidak meluas,” tegas Ridwan.

Pencegahan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko karhutla. Ridwan menekankan peran aktif masyarakat sangat besar untuk menjaga lingkungan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Langkah BPBD: Pemantauan dan Koordinasi Lintas Instansi

BPBD Aceh Besar terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi karhutla. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI, Polri, serta instansi terkait juga diperkuat untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Dengan penguatan koordinasi ini, diharapkan respons terhadap laporan kebakaran bisa lebih cepat. Hal ini penting mengingat lahan kering di Aceh Besar sangat rentan terhadap perambatan api.

“Pencegahan menjadi kunci utama. Masyarakat memiliki peran besar untuk menjaga lingkungan agar kebakaran tidak semakin meluas,” pungkasnya.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top