Satgas TMMD ke-129 Mulai Pengecoran Kepala Jembatan Box di Kemumu Seberang, Akses Jalan Warga Aceh Selatan Segera Terbuka

Penulis: Ricki Manurung  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:28:49 WIB
Satgas TMMD ke-129 mulai mengecor kepala jembatan box di Kemumu Seberang, Aceh Selatan, untuk mempercepat pembukaan akses jalan warga.

ACEH SELATAN — Mobilisasi alat dan material terlihat di lokasi pembangunan jalan di Desa Kemumu Seberang. Personel Satgas TMMD Reguler ke-129 fokus menggarap pengecoran kepala sisi kanan dan kiri jembatan box, sebuah pekerjaan yang menentukan ketahanan struktur di atas aliran air.

Komandan SSK TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan, Lettu Inf Halipan Syahputra, menegaskan bahwa tahapan ini tidak bisa dilewatkan. Kualitas coran harus sesuai spesifikasi teknis agar jembatan mampu menopang beban kendaraan dalam jangka panjang.

“Pekerjaan ini kami laksanakan sesuai spesifikasi teknis agar kualitas konstruksi tetap terjaga. Kami terus mengoptimalkan seluruh tahapan di lapangan sehingga sasaran fisik TMMD dapat diselesaikan tepat waktu dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” kata Halipan.

Mengapa Pengecoran Kepala Jembatan Menjadi Prioritas?

Kepala jembatan berfungsi sebagai penghubung antara badan jalan dan struktur utama box culvert. Jika bagian ini tidak kokoh, risiko penurunan atau keretakan di ujung jembatan sangat tinggi saat dilewati kendaraan berat.

Oleh karena itu, pengerjaan dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Personel gabungan TNI dan masyarakat setempat bahu-membahu memastikan adonan coran terdistribusi merata dan padat di setiap sisi.

Dampak Langsung bagi Warga Kemumu Seberang

Pembukaan badan jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Selama ini, akses menuju perkebunan dan lahan pertanian warga kerap terputus, terutama saat musim hujan. Jalan yang sedang dibangun diharapkan menjadi urat nadi ekonomi baru.

Distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari Kemumu Seberang ke pasar di kecamatan tetangga akan jauh lebih cepat. Konektivitas yang terbuka juga memudahkan anak-anak menuju sekolah dan warga mengakses layanan kesehatan.

Target Penyelesaian dan Pengawasan Kualitas

Halipan menambahkan, seluruh pekerjaan fisik terus dipacu dengan mengedepankan kualitas pada setiap tahapan konstruksi. Pengawasan melekat dilakukan agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Program TMMD Reguler ke-129 ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di daerah terpencil. Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi dan roda perekonomian desa berputar lebih optimal.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top