BANDA ACEH — Geliat ekonomi musiman di pusat kota mulai terasa, namun kali ini tidak diikuti oleh animo warga. Para pedagang bendera Merah Putih di Banda Aceh mencatatkan penurunan signifikan jumlah pembeli dari kalangan rumah tangga menjelang perayaan 17 Agustus, sementara permintaan dari sektor institusi masih stabil.
Tika, seorang pedagang yang telah menggeluti usaha ini selama sembilan tahun, mengungkapkan bahwa dua tahun terakhir menjadi periode paling berat. Ia menyebut penurunan tahun ini terasa paling drastis dibandingkan musim-musim sebelumnya.
"Kalau dari masyarakat umum, pembeliannya memang sangat kurang. Tahun-tahun sebelumnya masih banyak warga yang datang membeli bendera untuk dipasang di rumah," kata Tika kepada Nukilan, Sabtu (8/8/2026).
Menurut pengamatannya di lapangan, segmen pembeli yang masih bertahan justru berasal dari lingkungan perkantoran dan lembaga pendidikan. Kebutuhan untuk upacara dan dekorasi kantor membuat sektor ini tetap aktif di tengah lesunya permintaan individu.
"Pembeli yang masih cukup banyak berasal dari kantor, sekolah dan beberapa instansi. Untuk masyarakat umum jumlahnya jauh lebih sedikit," ujarnya.
Tika menduga pelemahan daya beli menjadi salah satu pemicu utama berkurangnya minat warga untuk berbelanja atribut kemerdekaan. Meski begitu, ia menekankan bahwa tradisi memasang bendera seharusnya tidak luntur hanya karena alasan biaya.
"Menurut saya, memasang bendera bukan semata-mata untuk pemerintah. Lebih dari itu, bendera merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan masyarakat yang dulu berjuang untuk kemerdekaan," tegasnya.
Meski situasi terlihat suram, para pedagang masih menyimpan asa. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pembeli biasanya baru terjadi pada rentang waktu kritis sebelum hari puncak peringatan.
"Biasanya mulai ramai sekitar 5 Agustus sampai 17 Agustus. Kami masih berharap masyarakat akan mulai membeli dalam beberapa hari terakhir menjelang 17 Agustus," kata Tika.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah lapak bendera di beberapa titik strategis Banda Aceh masih terlihat memajang dagangannya, menunggu datangnya pembeli di hari-hari terakhir menjelang peringatan kemerdekaan.