ACEH — Persaingan bisnis di sektor energi dan telekomunikasi tidak lagi hanya soal harga atau jangkauan jaringan. Pertamina Patra Niaga dan Telkomsel memilih jalan berbeda dengan mengandalkan kecerdasan buatan untuk membaca kebutuhan konsumen secara lebih presisi. Keduanya menggandeng Braze, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang spesialis dalam customer engagement, untuk mengelola interaksi dengan jutaan pengguna.
Bayangkan puluhan juta transaksi BBM, LPG, atau pengisian data seluler terjadi setiap hari. Tanpa teknologi cerdas, perusahaan hanya bisa mengirim pesan yang sama kepada semua orang. Padahal, kebutuhan pengendara motor di Jakarta dengan nelayan di Papua sangat berbeda.
Braze memungkinkan Pertamina Patra Niaga dan Telkomsel mengirimkan notifikasi, promo, atau informasi yang relevan secara individual. Sistem ini menganalisis kebiasaan transaksi dan perilaku digital pelanggan, lalu merancang pesan yang paling sesuai pada waktu yang tepat. Alih-alih membanjiri pelanggan dengan informasi umum, perusahaan kini bisa menyapa mereka dengan penawaran yang nyambung dengan kebutuhan.
Bagi Telkomsel, teknologi ini menjadi senjata untuk mempertahankan pelanggan di tengah gempuran operator virtual dan layanan over-the-top. Sementara bagi Pertamina Patra Niaga, ini adalah bagian dari transformasi menjadi perusahaan ritel energi modern, bukan sekadar penyalur BBM.
Dampaknya bisa dirasakan langsung dalam keseharian. Seorang pengguna aplikasi MyPertamina yang rutin membeli BBM jenis tertentu di daerah yang sama, misalnya, akan menerima penawaran yang relevan dengan rute dan kebiasaannya. Pengguna setia Telkomsel juga akan mendapatkan rekomendasi paket data yang sesuai dengan pola pemakaian bulanan, bukan sekadar paket umum yang ditawarkan ke semua orang.
Pendekatan ini mengubah cara perusahaan berkomunikasi. Dari yang semula satu arah dan massal, menjadi dialog dua arah yang personal. Data yang terkumpul juga memungkinkan perusahaan memprediksi kebutuhan pelanggan di masa depan, seperti saat kuota menipis atau menjelang hari libur panjang ketika permintaan energi meningkat.
Keputusan ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN yang mendorong perusahaan pelat merah mempercepat transformasi digital. Bagi Pertamina Patra Niaga dan Telkomsel, adopsi platform Braze bukan proyek teknologi semata, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan.
Ke depan, kedua perusahaan dipastikan akan terus memperluas penggunaan teknologi ini ke berbagai lini layanan. Pertamina Patra Niaga berpeluang mengintegrasikannya dengan program loyalitas MyPertamina yang sudah berjalan, sementara Telkomsel dapat mengombinasikannya dengan ekosistem digital milik Grup Telkom. Jika berhasil, ini bisa menjadi standar baru bagaimana BUMN bersaing di era ekonomi digital.