ACEH TENGAH — Ratusan warga di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, kehilangan tempat tinggal setelah si jago merah melalap habis puluhan rumah dan unit pertokoan pada Minggu (8/8/2026). Peristiwa yang terjadi di kawasan padat penduduk ini memaksa sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) untuk mengungsi dan mengandalkan bantuan warga sekitar.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, dampak material diperkirakan tidak kecil, mengingat hampir seluruh bangunan di lokasi terdampak rata dengan tanah. Pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih fokus melakukan pemadaman dan pembasahan titik api agar kebakaran tidak merembet ke bangunan lain.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti api yang menghanguskan puluhan bangunan di Jagong Jeget masih belum diketahui. Tim gabungan dari pemadam kebakaran dan kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Proses identifikasi sumber api menjadi prioritas utama. Selain itu, pendataan menyeluruh terhadap jumlah bangunan yang terbakar, baik rumah tinggal maupun ruko, serta nilai kerugian materiil masih terus dilakukan oleh perangkat desa dan kecamatan setempat.
Perhatian utama saat ini tertuju pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban. Ratusan jiwa yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan pasokan makanan, air bersih, pakaian layak pakai, serta tenda pengungsian darurat. Warga yang rumahnya selamat dilaporkan mulai bergotong royong menyiapkan dapur umum sederhana.
Data sementara yang dihimpun dari lapangan menyebutkan bahwa skala kerusakan hampir merata di kawasan yang terbakar. Sebagian besar korban hanya sempat menyelamatkan dokumen penting dan barang berharga sebelum api membesar dan meluluhlantakkan rumah mereka.
Informasi lanjutan mengenai jumlah pasti bangunan yang terbakar, total kerugian, serta penyebab kebakaran masih akan diperbarui seiring selesainya proses pendataan dan penyelidikan oleh pihak berwenang. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran susulan di area yang masih berasap.