ACEH TAMIANG — Kondisi jalan tanah menuju lokasi temuan bangkai gajah di areal perkebunan kelapa sawit PT MPLI, Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, berubah licin setelah diguyur hujan deras. Medan berbukit membuat perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP) menjadi berisiko bagi kendaraan maupun pejalan kaki.
Hambatan akses ini tidak hanya dialami awak media yang hendak meliput, tetapi juga tim Inafis Polres Aceh Tamiang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang bertugas melakukan penanganan serta pemeriksaan di lokasi.
“Tim Polsek sudah sampai di lokasi, karena sudah naik (ke TKP) sebelum hujan,” ungkap sumber di kepolisian, Senin (10/8/2026).
Satwa berukuran besar itu ditemukan dalam kondisi terbaring di jalan tanah berkerikil yang berada di antara hamparan tanaman kelapa sawit dan semak belukar. Lokasi persisnya berada di afdeling B Blok 34, kawasan yang sebagian besar masih mengandalkan jalan tanah dengan kontur menanjak.
Penemuan bermula saat pekerja kebun melakukan pengecekan rutin ke dalam blok perkebunan. Mereka mendapati gajah tersebut sudah tergeletak dan tidak bernyawa di jalan setapak.
Datok Penghulu Kampung Kaloy, Andi, menyebut laporan pertama kali diterimanya dari pekerja kebun pada siang hari.
“Jam 12 siang tadi kami baru dapat laporan dari orang kebun, katanya ada gajah mati di dalam blok perkebunan itu,” ujar Andi.
Hingga Minggu sore, intensitas hujan yang tinggi masih menjadi kendala utama untuk mencapai lokasi secara langsung. Sementara itu, personel Polsek yang tiba lebih awal sebelum hujan turun menjadi satu-satunya pihak yang sudah berada di sekitar TKP.
Temuan bangkai gajah di dalam areal perkebunan sawit ini menjadi perhatian karena memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.