Pemkab Aceh Barat Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Drien Rampak, Enam Armada Damkar Dikerahkan

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 17:25:31 WIB
Bupati Aceh Barat meninjau lokasi kebakaran di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Senin.

ACEH BARAT — Rumah warga di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, ludes dilalap api pada Senin lalu. Peristiwa itu membuat seisi rumah, termasuk anak kecil dan orang tua yang tengah sakit, mengalami trauma mendalam. Bupati Aceh Barat Tarmizi turun langsung meninjau lokasi kebakaran dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Isi Paket Bantuan untuk Korban Kebakaran

Melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, pemerintah daerah menyalurkan paket masa panik yang terdiri dari beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, telur, family kit kids aware, selimut, handuk, mukena, sarung, jilbab, kasur, baju koko, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

“Penyaluran bantuan kepada masyarakat korban bencana kebakaran ini, sebagai wujud hadirnya pemerintah kepada masyarakat tertimpa musibah,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi dalam keterangan yang diterima di Aceh Barat, Senin.

Respons Cepat Damkar: Enam Armada Tiba dalam Lima Menit

Bupati Tarmizi menyebutkan, penanganan kebakaran kali ini berlangsung cepat. BPBD setempat mampu mengerahkan enam armada pemadam kebakaran dalam waktu lima menit setelah laporan diterima. Hal itu dinilai krusial untuk mencegah api merambat ke permukiman padat penduduk di sekitar lokasi kejadian.

“Kita melihat langsung rumah yang terbakar dan mengunjungi pemilik rumah, karena ada anak kecil dan ada orang tua yang sedang sakit, mereka sangat trauma sekali dan bersyukur juga BPBD penanganannya cepat, dalam lima menit mampu mengerahkan enam armada damkar,” ujarnya.

Imbauan Keselamatan di Musim Kemarau

Musim kemarau dinilai meningkatkan risiko kebakaran permukiman. Pemkab Aceh Barat mencatat, setiap tahunnya lebih dari sepuluh rumah terbakar di wilayah tersebut. Karena itu, warga diminta untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik dan kelalaian saat memasak.

Pemerintah setempat juga mendorong setiap keluarga untuk menempelkan nomor telepon pemadam kebakaran di ruang tamu dan kamar. “Karena kita di Aceh Barat itu setiap tahunnya lebih dari sepuluh rumah yang terbakar, dan kita berusaha selalu untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menempelkan nomor HP pemadam kebakaran di ruang tamu, di kamar dan semua keluarga harus ada nomornya,” demikian Tarmizi.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top