TP PKK Aceh Siap Dukung Aceh Culinary Festival 2026, Kak Na Minta 23 Kabupaten Kota Kirim Delegasi

Penulis: Alfian Batubara  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:29:01 WIB
Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Aceh Culinary Festival 2026 dalam audiensi dengan Kepala Disbudpar Aceh di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Rencana penyelenggaraan Aceh Culinary Festival 2026 mendapat dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Aceh. Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman, yang akrab disapa Kak Na, menegaskan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dalam mempromosikan kekayaan kuliner daerah.

Dukungan itu disampaikan langsung saat menerima audiensi Kepala Disbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, di Banda Aceh, Senin (10/8/2026). Istri Gubernur Aceh ini menilai festival kuliner menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan ragam makanan khas dari seluruh pelosok provinsi.

Instruksi ke 23 Kabupaten Kota

Kak Na menyatakan akan segera berkoordinasi dengan jajaran pengurus TP PKK di tingkat kabupaten dan kota. Instruksinya jelas: setiap daerah diminta menyosialisasikan event ini sekaligus mengirimkan perwakilan peserta.

"TP PKK Aceh tentu sangat siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh, dalam hal ini Disbudpar Aceh dalam upaya menyukseskan kegiatan Aceh Culinary Festival 2026," ujarnya.

"Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan pengurus TP PKK kabupaten dan kota agar menyosialisasikan event di wilayah masing-masing dan tentu saja untuk turut mengirimkan peserta pada kegiatan ini," sambung Kak Na.

Kuliner sebagai Identitas Budaya

Menurut Kak Na, keterwakilan 23 kabupaten dan kota pada ajang ini bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, kehadiran delegasi dari setiap daerah menjadi sarana promosi efektif bagi keberagaman jenis makanan Aceh yang selama ini belum banyak terekspos.

Senada dengan itu, Kepala Disbudpar Aceh Dedy Yuswadi menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari laporan persiapan pelaksanaan ACF 2026. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh untuk mematangkan agenda.

"ACF tentu menjadi sarana yang sangat tepat bagi Aceh untuk mempromosikan adat budaya kita yang beragam, bahwa adat budaya Aceh bukan hanya tari dan wastra tetapi juga kulinernya yang beraneka ragam," ucap Dedy.

Festival yang direncanakan berlangsung selama empat hari pada September 2026 ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner. Dukungan lintas instansi dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kunci suksesnya agenda tahunan tersebut.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top