BIREUEN — Prodi S1 Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIA tengah menjalani proses reakreditasi. Tim asesor LAMEMBA hadir langsung ke kampus untuk melakukan penilaian lapangan, sebuah langkah yang dinilai krusial dalam menentukan kelayakan mutu pendidikan tinggi.
Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, membuka secara resmi rangkaian asesmen tersebut di Ruang Rapat Kampus Paya Lipah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar formalitas administrasi, melainkan sebuah mekanisme evaluasi objektif untuk mengukur capaian Tridharma Perguruan Tinggi.
“Bagi kami, akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan cermin kualitas untuk melihat sejauh mana performa akademik di prodi ini telah selaras dengan standar nasional. Masukan konstruktif dari tim asesor akan menjadi roadmap untuk meningkatkan mutu pendidikan ke depannya,” ujar Nazaruddin dalam sambutannya.
LAMEMBA mengutus dua nama berpengalaman untuk menjalankan tugas ini. Mereka adalah Prof M Shabri Abd. Majid dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Dr Sugianto dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Keduanya memiliki spesialisasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Kehadiran kedua asesor tersebut disambut baik oleh jajaran pengelola prodi. Dalam prosesnya, tim asesor menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan sinergi kelembagaan UIA dalam menyusun instrumen akreditasi yang telah berjalan selama setahun terakhir.
Ketua Program Studi S1 Ekonomi Syariah UIA, Aulia Fitri, M.M., mengungkapkan harapannya atas jalannya asesmen ini. Pihaknya menargetkan hasil penilaian dapat memperkuat kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan.
“Kami berharap melalui asesmen ini diperoleh berbagai masukan konstruktif demi pengembangan Program Studi Ekonomi Syariah, baik bagi peningkatan kompetensi dosen, kualitas lulusan, maupun optimalisasi kolaborasi dengan para mitra yang selama ini telah bersinergi,” kata Aulia.
Ia menambahkan, ucapan terima kasih disampaikan kepada tim task force borang, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), serta jajaran rektorat yang telah bekerja keras sejak awal. “Terima kasih kami ucapkan juga kepada jajaran rektorat UIA dan jajaran, para pihak yang telah ikut mendukung terlaksananya kegiatan asesmen lapangan dan semoga mendapatkan hasil yang terbaik menuju unggul,” ujarnya.
Prof M Shabri Abd. Majid menekankan peran LAMEMBA dalam proses ini. Ia menyebut kehadiran lembaganya bukan sebagai pengawas, melainkan mitra strategis yang membantu memetakan posisi prodi di tengah persaingan nasional.
“Kami fokus memotret keunggulan kompetitif sekaligus memetakan area for improvement bagi Program Studi S1 Ekonomi Syariah,” terang Shabri. Hasil asesmen ini nantinya akan menjadi rekomendasi berharga bagi pengembangan prodi ke depan.
Proses asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi UIA untuk menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi Islam di Aceh, khususnya di bidang ekonomi syariah yang terus berkembang pesat di Indonesia.