ACEH — Film garapan Destin Daniel Cretton ini memang sedang panas-panasnya di pasaran. Setelah meraup USD 1,6 miliar di box office global, efeknya langsung terasa ke ekosistem game. Data Alinea Analytics menunjukkan lonjakan penjualan Marvel's Spider-Man 2 terjadi baik di platform PS5 maupun PC (Steam) sejak film tersebut tayang di bioskop.
Dari total 316.000 kopi yang terjual pasca perilisan film, sekitar 20 persen di antaranya adalah edisi fisik. Selain itu, tercatat 274.000 pemain baru ikut mencoba game tersebut melalui layanan PlayStation Plus Game Catalog untuk tier Extra dan Premium.
Secara kumulatif, Marvel's Spider-Man 2 kini sudah menembus angka penjualan 18,2 juta unit di seluruh dunia, dengan 92 persen di antaranya berasal dari platform PS5. Total pendapatan game ini sejak dirilis pada 2023 telah melewati USD 1,2 miliar.
Rhys Elliot, Head of Market Analysis Alinea Analytics, menyebut hype dari film menjadi pendorong utama lonjakan ini. "Meskipun ada beberapa diskon cerdas yang berdampak, hype seputar film melakukan sebagian besar pekerjaan di sini, seperti yang ditunjukkan oleh data harga di platform kami," tulis Elliot.
Data Alinea memperkirakan game ini kini terjual sekitar 15.000 kopi per hari di PS5 dengan harga USD 29,39. Angka ini jauh meningkat dibandingkan promosi Februari lalu yang hanya mencatat penjualan sekitar 6.300 unit per hari. Di Steam, game ini juga mengalami kenaikan penjualan dengan harga USD 40.
Untuk menyambut perilisan filmnya, Insomniac Games merilis update PSSR untuk pemilik PS5 Pro serta menambahkan kostum "Fresh Start" dari film tersebut ke dalam game. Menariknya, kolaborasi ini berjalan dua arah. Tom Holland dan Destin Daniel Cretton mengaku beberapa gerakan finisher stylish di film diadaptasi langsung dari aksi dalam game.
Keberhasilan ini memunculkan pertanyaan apakah efek serupa bisa terjadi pada adaptasi film game lain yang sedang dikembangkan, seperti film The Legend of Zelda dari Nintendo. Namun, Elliot menilai fenomena ini sulit untuk direkayasa.
"Lonjakan ini kebanyakan terjadi secara tidak sengaja," ujar Elliot. Mengingat siklus produksi film dan game yang tidak menentu, menyinkronkan dua produksi besar untuk rilis bersamaan akan menjadi "mimpi buruk" secara logistik. "Tetapi untuk segelintir publisher yang membuat film DAN game dalam IP yang sama, pasti salah satunya harus bisa sejalan. Saya ingin sekali melihat dampaknya," pungkasnya.
Film Spider-Man: Brand New Day sendiri masih perkasa di box office dengan tambahan USD 145 juta pada akhir pekan 7-9 Agustus di Amerika Serikat. Proyeksi pendapatan globalnya bisa menembus USD 2 miliar sebelum masa tayangnya berakhir, sekaligus menaikkan standar untuk Avengers: Doomsday yang dijadwalkan rilis pada 18 Desember.