BANDA ACEH — Kabar duka menyelimuti sivitas akademika UIN Ar-Raniry. Prof Warul Walidin, yang menjabat rektor pada periode 2018–2022, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUDZA. Kepergiannya diakui sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi kemajuan pendidikan dan keislaman di tanah Rencong.
Rektor UIN Ar-Raniry saat ini, Prof Dr Mujiburrahman MAg, menyampaikan belasungkawa secara langsung. Ia menegaskan bahwa almarhum adalah sosok yang gagasannya masih sangat dibutuhkan untuk pengembangan kampus ke depan.
"Beliau guru bangsa, rektor senior. UIN sangat merasa kehilangan," ujar Mujiburrahman.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa di periode kepemimpinannya yang kedua ini, UIN Ar-Raniry tengah menyusun visi besar untuk tahun 2026-2030. "Di periode kedua ini kita masih membutuhkan ide dan gagasan besar beliau untuk UIN Ar-Raniry, untuk visi besar UIN Ar-Raniry periode 2026-2030," katanya.
Prof Warul bukanlah nama asing di lingkungan kampus kebanggaan Aceh itu. Karier akademiknya dimulai sejak 1983 sebagai dosen di Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry, sebelum kemudian memperluas pengabdiannya di Fakultas Tarbiyah.
Jejak kepemimpinannya di kampus pun panjang. Pria kelahiran 67 tahun silam ini pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah pada periode 1997–2000, kemudian dipercaya menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah pada 2000–2001, hingga akhirnya memimpin universitas sebagai rektor pada 2018–2022.
Pengabdian Prof Warul tidak berhenti di lingkungan kampus. Ia juga aktif berkontribusi dalam ruang publik, antara lain terlibat dalam Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
Bagi Mujiburrahman, perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa almarhum adalah intelektual yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan, keislaman, dan pembangunan masyarakat. "Pemikiran beliau masih sangat kita butuhkan. Bukan hanya untuk UIN Ar-Raniry, tetapi juga untuk Aceh," ungkapnya.
Semasa hidupnya, Prof Warul dikenal luas sebagai akademisi yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat. Gagasan dan dedikasinya kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang UIN Ar-Raniry serta perkembangan pendidikan Islam di Aceh.