Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar, Warga Bagikan Video Kobaran Api di Media Sosial

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05:31 WIB
Kobaran api terlihat membesar di kawasan sumur minyak tradisional di Desa Semali, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (13/8) dini hari.

ACEH TIMUR — Kebakaran melanda kawasan sumur minyak tradisional di Desa Semali, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (13/8) sekitar pukul 01.00 WIB. Video kejadian yang memperlihatkan kobaran api membesar hingga menerangi langit malam telah beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang dibagikan warga, terlihat kepulan asap tebal menyelimuti area sekitar titik api. Sejumlah warga tampak menyaksikan peristiwa tersebut dari kejauhan, sementara api terus berkobar di tengah kawasan pepohonan.

Belum Ada Keterangan Resmi dari Pihak Terkait

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti kebakaran. Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan untuk memastikan apakah objek yang terbakar merupakan sumur minyak atau tempat pengolahan minyak tradisional.

Belum diketahui pula apakah peristiwa ini menimbulkan korban jiwa atau kerugian materiil. Masyarakat diimbau menunggu keterangan resmi dari instansi berwenang di Aceh Timur.

Kawasan Sumur Minyak Tradisional di Ranto Peureulak

Kecamatan Ranto Peureulak dikenal sebagai salah satu wilayah di Aceh Timur yang memiliki aktivitas penambangan minyak rakyat. Sumur-sumur tradisional di kawasan ini kerap menjadi sumber mata pencaharian warga setempat.

Peristiwa kebakaran sumur minyak di Aceh Timur sebelumnya juga pernah terjadi. Pada kesempatan lain, kasus serupa dilaporkan meledak dan menyebabkan kerusakan di sekitar lokasi pengeboran.

Warga Diminta Waspada dan Melapor

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian diminta tetap waspada dan tidak mendekati titik api. Informasi lebih lanjut mengenai penanganan kebakaran dan penyebab pastinya masih menunggu hasil investigasi dari pihak terkait.

Warga yang memiliki informasi tambahan diharapkan segera melapor kepada aparatur desa atau kepolisian setempat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top