LANGSA — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh memastikan penguatan Program Bangga Kencana di Kota Langsa berjalan menyeluruh. Fasilitasi sosialisasi yang digelar bersama mitra kerja Birenkeu ini menjadi ajang menyamakan persepsi antarinstansi, dari tingkat kelurahan hingga dinas terkait.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim menegaskan, pembangunan keluarga kini memiliki cakupan yang lebih luas. Program tidak lagi berhenti pada urusan kontrasepsi, melainkan menyentuh seluruh siklus hidup keluarga.
Safrina memaparkan, program-program yang diusung masuk dalam quick win kementerian. Ada lima agenda utama yang menjadi fokus pendampingan, yaitu Tamasya, GATI, Genting, Super App, dan Lansia Berdaya.
“Program-programnya masuk dalam quick win kementerian, yaitu Tamasya, GATI, Genting, Super App, dan Lansia Berdaya,” jelas Safrina dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, setiap tahapan kehidupan keluarga membutuhkan pendampingan yang sesuai. Mulai dari perencanaan pernikahan, kehamilan, pengasuhan balita dan anak, hingga pendampingan pada usia lanjut. Hal ini agar delapan fungsi keluarga dapat berjalan optimal.
Tokoh masyarakat Langsa Dr. Mukhlis Rais mengapresiasi kehadiran Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam program ini. Menurutnya, keterlibatan ayah selama ini kerap terabaikan dalam pola pengasuhan anak.
“Keluarga adalah fondasi utama membangun karakter seseorang. Melalui program GATI diharapkan para ayah dapat menyadari pentingnya peran ayah dalam pembentukan karakter anak,” ungkap Mukhlis.
Ia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk memperoleh nilai, pendidikan, dan pengasuhan. Tanpa peran aktif kedua orang tua, pembentukan karakter generasi akan timpang.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Langsa ini diikuti sekitar 100 peserta. Mereka berasal dari Tim Penggerak PKK, OPD KB, camat, koordinator KB, kader, Forum Genre, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK).
BKKBN Aceh menilai dukungan pemerintah daerah dan mitra terkait menjadi kunci keberhasilan program. Tanpa kolaborasi, pendampingan keluarga tidak akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Aceh.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan sinergi semakin kuat sehingga implementasi Program Bangga Kencana bisa berjalan efektif. Target akhirnya adalah terwujudnya keluarga yang sehat, tangguh, mandiri, dan berkualitas di seluruh Aceh.