Inflasi Aceh Juli 2026 Kembali Meningkat, BI Lhokseumawe Sebut Harga Beras dan Cabai Jadi Pemicu Utama

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:27:01 WIB
Petugas menunjukkan harga cabai merah di Pasar Inpres Lhokseumawe, Aceh, Jumat (14/8/2026).

LHOKSEUMAWE — Tekanan inflasi di Provinsi Aceh kembali menguat pada Juli 2026 setelah periode perlambatan pada Februari hingga April. Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengungkapkan bahwa berakhirnya musim panen raya menjadi titik balik kenaikan harga, terutama untuk komoditas pangan strategis seperti beras dan cabai.

Berdasarkan data perkembangan inflasi bulanan, tingkat inflasi tertinggi pada Juli 2026 terjadi di Aceh Tengah sebesar 0,71 persen, disusul Aceh Tamiang 0,50 persen, Kota Lhokseumawe 0,24 persen, dan tingkat Provinsi Aceh 0,08 persen.

Inflasi Tahunan Masih Tinggi di Atas Target Nasional

Secara tahunan (year on year), laju inflasi di seluruh wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe masih tercatat tinggi. Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,25 persen, diikuti Aceh Tamiang 6,91 persen, Kota Lhokseumawe 5,33 persen, dan Provinsi Aceh secara keseluruhan 4,22 persen.

Angka tersebut berada jauh di atas target inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 2,5 persen. Yudo menegaskan bahwa perkembangan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan menengah ke bawah.

Beras dan Cabai Dominasi Penyumbang Inflasi di Tiga Daerah

Yudo merinci komoditas penyumbang inflasi berbeda di tiap daerah. Di Kota Lhokseumawe, inflasi didorong oleh kenaikan harga beras, semen, nasi dengan lauk, ikan goreng, dan tomat. Sementara di Aceh Tengah, penyumbang utama adalah bensin, cabai merah, tomat, cabai rawit, dan beras.

Adapun di Aceh Tamiang, inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga beras, cabai rawit, semen, ikan bandeng/ikan bolu, serta daging ayam ras. "Kenaikan harga beras dipengaruhi berkurangnya pasokan gabah di tingkat petani setelah musim panen berakhir. Selain itu, harga aneka cabai juga meningkat seiring dimulainya kembali musim tanam di sejumlah daerah sentra produksi," ungkap Yudo saat kegiatan Temu Media di Kantor BI Lhokseumawe, Jumat (14/8).

Bawang Merah dan Telur Ayam Jadi Penahan Inflasi

Di tengah tekanan kenaikan harga, sejumlah komoditas justru memberikan andil deflasi pada Juli 2026. Untuk Kota Lhokseumawe, komoditas penahan inflasi meliputi emas perhiasan, bawang merah, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, telur ayam ras, dan cabai merah.

Di Aceh Tengah, deflasi ditopang oleh penurunan harga ikan bandeng/ikan bolu, biaya pendidikan SMA, bawang merah, emas perhiasan, serta telur ayam ras. Sementara di Aceh Tamiang, penurunan harga bawang merah, ikan biji nangka/ikan kuniran, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, cabai merah, dan ikan dencis membantu meredam laju inflasi.

"Melimpahnya pasokan bawang merah dan menurunnya permintaan telur ayam ras selama masa libur sekolah menjadi faktor utama yang membantu meredam tekanan inflasi pada Juli 2026," jelas Yudo.

BI Perkuat Sinergi TPID untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

Menghadapi tantangan inflasi pangan yang fluktuatif, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Fokus utama pengendalian diarahkan pada komoditas pangan strategis seperti beras, cabai, dan bawang merah.

"Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, diperlukan penguatan sinergi antardaerah terutama dengan daerah yang memiliki potensi sebagai sentra produksi pangan. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, juga membuka peluang pengembangan ekonomi dan hilirisasi di daerah," ucap Yudo.

Langkah ini dinilai krusial mengingat ketergantungan pasokan pangan antar kabupaten/kota di Aceh masih tinggi. Dengan penguatan konektivitas dan kerja sama antardaerah, distribusi barang diharapkan lebih lancar sehingga gejolak harga dapat diminimalisir.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: portalsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top