BANDA ACEH — Puluhan pengurus OSIS SMAN 1 Banda Aceh menerima pembekalan kepemimpinan dari Forum Silaturahmi OSIS Bersatu (FORSIBA) Kota Langsa, Kamis (13/8/2026). Kunjungan ini menjadi ajang pertukaran pengalaman organisasi antar pelajar lintas kota di Aceh.
Ketua OSIS SMAN 1 Banda Aceh, Rafa Munizar, menyambut baik inisiatif FORSIBA yang datang berbagi ilmu. Menurutnya, kegiatan semacam ini membuka wawasan baru bagi siswa dalam mengelola organisasi sekolah.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan FORSIBA Kota Langsa. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bertukar pengalaman dan belajar bagaimana membangun organisasi yang lebih solid," ujar Rafa.
Pembina FORSIBA Kota Langsa, Afrizal Refo, MA, menekankan bahwa esensi kepemimpinan tidak sekadar menduduki jabatan tertinggi. Ia menyebut tanggung jawab dan keteladanan menjadi fondasi utama seorang pemimpin di lingkungan sekolah.
"Leadership bukan hanya tentang menjadi ketua atau berada di posisi paling depan. Leadership adalah tentang tanggung jawab, keteladanan, kemampuan mengambil keputusan, dan keberanian mengajak orang lain melakukan hal-hal positif," katanya.
Afrizal juga mendorong para siswa untuk berani mencoba hal baru tanpa menunggu momen sempurna. Ia mengajak mereka memulai dari tindakan kecil di lingkungan sekolah.
"Jangan menunggu menjadi hebat untuk mulai berbuat. Mulailah dari hal-hal kecil, dari lingkungan sekolah, organisasi, dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita," ujarnya.
Kepala SMAN 1 Banda Aceh, Muhibbul Kibri, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah FORSIBA Kota Langsa yang berbagi pengalaman dengan anak didiknya. Ia menilai kolaborasi antar sekolah seperti ini memperkaya proses pembelajaran di luar kurikulum akademik.
Muhibbul menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai, melainkan juga wahana membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi. Ia berpesan agar siswa mempersiapkan masa depannya sejak dini melalui pengalaman berorganisasi.
"Jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi. Persiapkan diri sejak sekarang, karena apa yang dilakukan hari ini akan menentukan bagaimana kita di masa yang akan datang," pungkasnya.
Kegiatan FORSIBA Goes to School ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi serupa antar sekolah menengah atas di Aceh. Pertukaran gagasan antarpelajar lintas daerah dinilai mampu memperkuat jaringan organisasi siswa di tingkat provinsi.