BANDA ACEH — Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,3 yang berpusat di wilayah Simalungun, Sumatera Utara, menggetarkan sejumlah kawasan pesisir barat Aceh, Jumat (15/8/2026) petang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 2.97 Lintang Utara dan 98.95 Bujur Timur dengan kedalaman 163 kilometer.
Getaran paling kuat dilaporkan dirasakan warga di Kabupaten Aceh Selatan. Laporan dari lapangan menyebut guncangan datang secara tiba-tiba dan sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat yang tengah beraktivitas menjelang waktu magrib.
"Gempa terasa kuat di Aceh Selatan seperti ada hentakan yang sempat membuat panik masyarakat," lapor relawan RAPI Aceh Selatan, Jalisan/JZ01SAN melalui saluran komunikasi RAPI beberapa detik setelah gempa terjadi.
Guncangan dengan intensitas relatif kuat juga dirasakan warga di Meulaboh, ibu kota Aceh Barat. Wilayah ini memang kerap merasakan dampak getaran dari gempa yang berpusat di segmen darat Sumatera, mengingat posisinya yang berada di jalur patahan aktif.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa kali ini berada di daratan, tepatnya 11 kilometer arah timur Simalungun. Kedalaman hiposenter mencapai 163 kilometer, yang mengindikasikan gempa berjenis menengah akibat aktivitas penunjaman lempeng.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan dari BPBD setempat. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang umumnya berkekuatan lebih kecil.