ACEH — Langkah "Forgotten Spaceman" di kancah festival film internasional kian mantap. Setelah memenangkan penghargaan Leopard of Tomorrow di Locarno Film Festival, film ini bersiap menyapa penonton Toronto. Dua rumah produksi, Khan & Kumar Media dan Prism Entertainment, kini bergabung sebagai eksekutif produser untuk memperkuat distribusi film ini.
Film ini mengangkat kisah Abdul Ahad Momand, astronaut pertama dan satu-satunya yang dimiliki Afghanistan. Pada 1988, Momand terbang ke stasiun luar angkasa Mir di tengah kondisi negaranya yang hampir runtuh. Momen tersebut menjadi secercah harapan bagi rakyat Afghanistan.
Di luar angkasa, Momand melakukan panggilan orbital ke ibunya dan menjadi orang pertama yang berbicara dalam bahasa Pashto di luar angkasa. Bahasa tersebut menjadi bahasa keempat yang pernah digunakan di sana. Kisah ini kemudian dieksplorasi Ehsas puluhan tahun kemudian, saat ia menemukan hubungan tak terduga antara dirinya dan Momand, dengan tema besar seputar rumah, identitas, dan rasa memiliki.
Khan & Kumar Media, rumah produksi independen asal Mumbai yang didirikan aktor Vikas Kumar bersama Sharib Khan, serta Prism Entertainment bentukan Shruti Ganguly, Priya Giri Desai, dan Megha Kadakia, resmi bergabung sebagai eksekutif produser. Sebelumnya, film ini juga didukung Jack Thomas O'Brien dari Sixteen Films milik Ken Loach dan Catherine Tschaepe. Lorraine Bhattachary dari MonoFilm Productions bertindak sebagai produser, dengan Dheeraj Agnihotri sebagai asisten produser.
Kedua rumah produksi baru ini bukan nama asing di industri. Khan & Kumar Media tengah naik daun berkat film "Songs of Forgotten Trees" yang tayang di Venice Horizons, sementara Prism Entertainment pernah memproduksi film dokumenter nominasi Oscar "To Kill a Tiger". Keduanya juga sebelumnya bekerja sama untuk film pendek "Holy Curse".
Bagi Sharib Khan dan Vikas Kumar, "Forgotten Spaceman" adalah pengingat akan kekuatan sebuah kisah. "Film ini mengungkap babak sejarah yang luar biasa yang mungkin belum banyak diketahui orang, namun tetap terasa personal dan manusiawi," ujar mereka dalam pernyataan resmi. Mereka menilai film ini menyentuh tema universal tentang ingatan dan identitas yang melampaui batas negara.
Senada, trio Prism Entertainment menyebut film Ehsas memuat banyak dimensi sejarah dunia, Asia Selatan, dan Afghanistan. "Film ini memaksa kita untuk berdamai dengan berbagai gangguan yang di luar kendali kita. Kami antusias membawa kisah ini ke penonton yang akan terhubung maupun yang baru pertama kali mengenalnya," tambah Ganguly, Desai, dan Kadakia.
Elham Ehsas sendiri bukan nama baru di industri film. Film pendeknya "Yellow" masuk nominasi BAFTA pada 2024, dan karya berikutnya "There Will Come Soft Rains" memenangkan film terbaik di Raindance dan Encounters Film Festival. Debut film panjangnya, "Our Kind of Love", tengah dikembangkan bersama BFI. Di luar dunia penyutradaraan, ia juga tampil di film aksi David Mackenzie, "Fuze", dan pernah bekerja sebagai second unit director di serial "The Crown".
Dengan dukungan tambahan dari Khan & Kumar Media dan Prism Entertainment, "Forgotten Spaceman" siap melanjutkan perjalanan festivalnya. Penayangan di Toronto akan menjadi momentum penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas, membawa kisah tentang harapan dan ingatan dari Afghanistan ke panggung dunia.