Evakuasi Pendaki Sakit di Pos 5 Gunung Gamalama: 8 Jam Perjalanan Tandu di Malam Hari

Penulis: Alfian Batubara  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:53:01 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki sakit dari Pos 5 ke Kelurahan Moya menggunakan tandu pada malam hari.

ACEH — Operasi penyelamatan yang berlangsung lebih dari setengah hari ini menjadi gambaran betapa beratnya medan evakuasi di Gunung Gamalama. Korban ditemukan tim gabungan di Pos 3 pada pukul 16.46 WIT, tepatnya di koordinat 0°48'14.00"N 127°20'48.00"E, sebelum akhirnya diturunkan ke Kelurahan Moya.

Kronologi Penemuan dan Penanganan Medis Awal

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani, melalui Bagian Humas, Icshan, menjelaskan bahwa tim berhasil melakukan intercept terhadap korban di Pos 3. Setelah ditemukan, bantuan medis dasar langsung diberikan kepada pendaki asal Kelurahan Akehuda tersebut.

"Tim SAR Gabungan berhasil melaksanakan intercept terhadap korban di Pos 3 pada koordinat 0°48'14.00"N 127°20'48.00"E dan langsung memberikan bantuan medis dasar," kata Icshan.

Perjalanan Tandu yang Menantang Malam

Proses penurunan korban dari Pos 5 menjadi ujian tersendiri bagi tim penyelamat. Medan terjal dan minimnya penerangan memaksa tim bergerak ekstra hati-hati menggunakan tandu. Korban baru tiba di Kelurahan Moya sekitar pukul 01.55 WIT dalam kondisi lemas.

Perjalanan dari Pos 5 ke Kelurahan Moya memakan waktu berjam-jam, jauh lebih lama dari estimasi normal pendakian. Tim harus memastikan tandu tetap stabil di setiap titik tanjakan dan turunan yang curam, terutama saat visibilitas hampir nol di tengah hutan.

Penyerahan ke RSUD dan Status Operasi

Pada pukul 02.18 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Korban langsung diserahkan kepada pihak rumah sakit dan keluarga untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dengan selesainya evakuasi ini, operasi SAR resmi ditutup.

"Dengan telah dievakuasinya korban, pelaksanaan operasi SAR selesai dan seluruh unsur gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah membantu proses evakuasi," ujar Icshan.

Unsur yang Terlibat dalam Operasi

Operasi penyelamatan ini melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, RSUD Chasan Boesoirie Ternate, komunitas pencinta alam, serta masyarakat setempat. Kolaborasi antara tim profesional dan relawan lokal menjadi kunci kelancaran evakuasi meski terkendala kondisi lapangan.

Kejadian ini kembali mengingatkan para pendaki akan pentingnya mempersiapkan kondisi fisik sebelum mendaki Gunung Gamalama. Jalur menuju puncak yang memiliki beberapa pos peristirahatan ini tetap menuntut stamina prima, terutama jika cuaca memburuk atau pendaki memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: kalesang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top