ACEH — Kembalinya Joe Root ke kursi kapten menandai babak baru bagi skuad Inggris yang tengah terpuruk. Setelah musim panas yang kacau—ditandai kekalahan 2-1 dari Selandia Baru, pensiunnya Ben Stokes, dan pemecatan pelatih Brendon McCullum—Root dituntut membangun kembali citra tim yang sempat tercoreng oleh berbagai insiden kedisiplinan.
Root, yang memenangi rekor 27 Tes sebagai kapten namun juga menelan 27 kekalahan, mengakui timnya gagal menunjukkan sikap yang baik. "Anda selalu ingin mewakili negara dengan cara terbaik," ujarnya kepada BBC Sport. "Mungkin kami sempat gagal dalam beberapa kesempatan. Satu-satunya cara memperbaikinya adalah menjadi panutan yang baik dan tampil kuat di lapangan."
Root mewarisi tim yang dibangun dengan gaya agresif ala Stokes dan McCullum. Namun, ia menegaskan tidak akan mencoba meniru kepemimpinan pendahulunya yang unik. "Tidak ada gunanya mencoba meniru. Akan ada sedikit perbedaan, tapi itu tidak masalah," kata Root, yang telah memimpin Inggris dalam 65 Tes sejak 2017.
Meski begitu, ia berjanji tidak akan merombak total filosofi permainan yang sudah berjalan empat tahun terakhir. "Ada banyak hal baik yang terjadi. Ini soal menyempurnakan dan mengembangkannya ke level berikutnya," tambah Root.
Inggris dipastikan tampil tanpa Stokes. Sebagai pengganti di posisi nomor enam, Dan Lawrence dari Surrey diprediksi akan dipercaya mengisi slot tersebut sekaligus menjadi opsi spin. Sementara itu, lini pace akan diperebutkan oleh Ollie Robinson, Jofra Archer, Josh Tongue, Gus Atkinson, Sam Cook, Brydon Carse, dan Matt Fisher.
Di kubu lawan, Pakistan juga kehilangan kapten mereka. Babar Azam dipastikan absen pada Tes pertama setelah terkena pukulan di tangannya saat laga pemanasan pekan lalu. Marcus Trescothick akan memegang kendali teknis sementara tim, menunggu kedatangan Stephen Fleming yang ditunjuk sebagai pengganti McCullum.