BANDA ACEH — Bakal calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. (DNA), buka suara terkait isu yang berkembang menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI. Ia mengaku mendapat informasi mengenai adanya potensi pergerakan tertentu yang bertujuan mengganggu jalannya musda dan menegaskan bahwa dirinya tidak terafiliasi dengan upaya tersebut.
“Saya berharap Musda berjalan dengan tertib, aman dan bermartabat. Jangan sampai ada pergerakan apa pun yang justru merugikan nama baik Partai Demokrat. Terkait isu adanya pihak yang ingin mengganggu jalannya Musda, saya pastikan saya dan pihak yang bersama saya tidak terlibat,” tegas DNA, Rabu (19/8/2026).
Menurut DNA, isu tersebut harus disikapi secara hati-hati karena berpotensi menjadi provokasi yang sengaja dikembangkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menduga ada upaya untuk membentuk opini negatif terhadap dirinya sebagai salah satu kandidat ketua.
“Kalau kemudian benar ada gerakan seperti itu dan ada pihak yang mengatasnamakan saya, saya tegaskan itu bukan dari saya. Saya justru menduga ada pihak yang sengaja melakukan provokasi untuk merugikan partai sekaligus membentuk opini negatif terhadap saya sebagai salah satu calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh,” ujarnya.
DNA menilai tidak ada alasan baginya untuk menempuh cara-cara di luar mekanisme partai. Ia mengaku telah memperoleh dukungan yang cukup untuk mengikuti proses pencalonan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.
“Saya tidak perlu dan tidak akan menggunakan cara-cara yang dapat merugikan partai. Saya telah mendapatkan dukungan yang cukup untuk maju sebagai calon Ketua DPD. Selanjutnya saya mengikuti seluruh mekanisme dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai Demokrat untuk menentukan siapa yang dipercaya memimpin Demokrat Aceh ke depan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa apa pun keputusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan DPP nantinya harus dihormati sebagai bagian dari mekanisme organisasi. Kepentingan terbesar saat ini, lanjutnya, adalah menjaga persatuan kader dan memastikan Musda tidak meninggalkan persoalan yang dapat merugikan Demokrat Aceh.
DNA juga meminta aparat keamanan dan panitia untuk bertindak tegas apabila benar ditemukan pihak yang berusaha mengganggu atau mengacaukan jalannya Musda. Ia bahkan meminta agar pihak di balik upaya tersebut ditelusuri.
“Jika memang ada pihak yang mencoba membuat kericuhan atau mengganggu Musda, saya meminta petugas keamanan menindak tegas sesuai ketentuan. Bahkan perlu ditelusuri siapa yang berada di baliknya, sehingga tidak ada pihak yang kemudian menjadikan situasi tersebut sebagai alat untuk memfitnah atau menyudutkan calon tertentu,” pungkas DNA.
Ia berharap Musda Demokrat Aceh menjadi momentum konsolidasi dan persatuan, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Demokrat semakin kuat dan mendapat kepercayaan masyarakat Aceh.