BI Aceh Gencarkan Pendampingan 5 Kelompok Tani di Aceh Barat untuk Tekan Inflasi Cabai Merah

Penulis: Ricki Manurung  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:47:31 WIB
Petani dari lima kelompok tani binaan mengikuti pendampingan teknis budidaya cabai merah yang digelar Bank Indonesia Provinsi Aceh di Kabupaten Aceh Barat, Kamis (20/8/2026).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menggandeng lima kelompok tani di Kabupaten Aceh Barat untuk meningkatkan produksi cabai merah melalui program bantuan teknis budidaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan daerah, menyusul komoditas cabai merah yang tercatat sebagai penyumbang inflasi tahunan tertinggi di Aceh Besar pada Juli 2026.

MEULABOH — Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperkuat intervensi pengendalian inflasi pangan dengan fokus pada rantai produksi, bukan sekadar operasi pasar. Kali ini, lembaga tersebut memberikan pendampingan teknis budidaya cabai merah kepada kelompok tani binaan di Kabupaten Aceh Barat.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Komoditas cabai merah menjadi prioritas karena kontribusinya yang signifikan terhadap inflasi tahunan (year on year) di wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Besar yang mencatatkan angka tertinggi pada Juli 2026.

Dari Pengolahan Tanah hingga Efisiensi Pupuk

Pendampingan yang digelar Kamis (20/8/2026) itu tidak berhenti pada teori. Petani dari lima kelompok tani binaan—Sabee Hatee, Hudep Beusaree, Usaha Bersama, Rezeki Tani, dan Alue Bak Jok—dibekali keterampilan teknis mulai dari persiapan lahan, pengendalian hama, hingga pengelolaan keuangan usaha tani.

Penyuluh pertanian dari tingkat kecamatan dan desa turut dilibatkan agar transfer ilmu berjalan berkelanjutan. Hal ini penting mengingat produktivitas cabai sangat bergantung pada ketepatan perawatan di lapangan.

Terobosan yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah penggunaan alat bernama Jinawi. Alat tersebut berfungsi mengukur unsur hara tanah secara presisi, sehingga rekomendasi pemupukan menjadi lebih akurat dan efisien.

“Dengan pengukuran unsur hara tanah, rekomendasi pemupukan dapat diberikan secara tepat sasaran sehingga petani tidak mengeluarkan biaya secara berlebihan,” jelas praktisi budidaya cabai merah Hafrizal bersama Konsultan Pertanian Bank Indonesia Provinsi Aceh, Andi Hidayat.

Komitmen Nyata Petani dan Dukungan Pemkab Aceh Barat

Program ini tidak berakhir setelah pelatihan usai. BI Aceh dan kelompok tani menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk keberlanjutan program.

Dalam komitmen tersebut, para petani didorong untuk melakukan pencatatan keuangan usaha secara tertib, mendokumentasikan perkembangan budidaya, serta menerapkan rekomendasi teknis yang telah diberikan. Pemanfaatan bantuan produksi juga diharapkan berjalan sesuai peruntukannya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat turut dilibatkan dalam program ini. Sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah daerah dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis di tingkat lokal.

Dengan penguatan produksi dari hulu, BI Aceh optimistis gejolak harga cabai merah dapat ditekan dan tekanan inflasi pangan di Aceh dapat dikelola lebih baik ke depan.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top