Dukungan untuk Kafilah Aceh Menuju MTQ Nasional 2026 Menguat, 56 Peserta Jalani TC Tahap Akhir di Semarang

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:50:01 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman, menyatakan dukungan penuh terhadap persiapan Kafilah Aceh menuju MTQ Nasional XXXI di Semarang.

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman, menyatakan dukungan penuh terhadap persiapan Kafilah Aceh yang akan berlaga di Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, 11–20 September 2026. Rencananya, Marlina akan hadir langsung mendampingi Gubernur Aceh pada malam pembukaan sebagai bentuk motivasi bagi 56 peserta yang telah melewati seleksi ketat.

BANDA ACEH — Dukungan terhadap Kafilah Aceh yang akan bertanding di MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang terus mengalir menjelang keberangkatan. Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman, menyambut baik pembinaan yang dilakukan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Aceh untuk menyiapkan para peserta terbaik daerah.

Pernyataan itu disampaikan saat Kepala DSI Aceh, Misran Fuadi, menemui Marlina untuk meminta dukungan terhadap perjuangan kafilah. Dalam pertemuan tersebut, Marlina juga merencanakan kehadirannya pada malam pembukaan MTQ Nasional untuk mendampingi Gubernur Aceh, sebagai suntikan moral bagi para duta daerah.

Seleksi Ulang dari Juara MTQ Aceh di Pidie Jaya

Keberangkatan kafilah ke Semarang bukan tanpa proses panjang. Misran Fuadi menjelaskan, 56 peserta yang dikirim merupakan hasil seleksi ulang dari para juara MTQ tingkat Aceh yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya.

"Peserta yang mendapat juara 1, 2, dan 3 dipanggil kembali dari hasil MTQ di Pidie Jaya, kemudian diseleksi lagi, sehingga terpilih peserta terbaik," kata Misran. Tahapan ini dilakukan agar Aceh tidak sekadar mengirim juara daerah, tetapi peserta dengan kesiapan mental dan daya saing tinggi menghadapi kafilah terbaik dari seluruh provinsi.

Empat Tahap Pemusatan Latihan dan Pembinaan Tambahan di Jakarta

DSI Aceh bersama LPTQ menyusun program pembinaan bertahap dalam empat gelombang, yakni 5–13 Mei, 8–15 Juni, 6–13 Agustus, serta 6–10 September 2026. Training Center (TC) tahap ketiga telah rampung dan menjadi persiapan akhir sebelum menuju arena kompetisi nasional.

Pembukaan TC tahap III dilakukan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Syakir, mewakili Sekretaris Daerah Aceh. Ia mengingatkan para peserta bahwa mereka bertanding sebagai duta daerah yang membawa harapan masyarakat Aceh di panggung nasional.

“Saudara-saudara adalah duta Aceh yang membawa nama baik daerah di panggung nasional. Karena itu, manfaatkan setiap proses pembinaan ini untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, memperkuat mental, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujar Syakir.

Cabang yang Dipertandingkan dan Pelatih Nasional yang Terlibat

Pembinaan tidak hanya fokus pada teknik, tetapi juga ketahanan mental dan spiritual menghadapi tekanan kompetisi. Cabang yang dipersiapkan meliputi Tilawah Al-Qur'an, Tartil, Qira'at, Tahfizh, Tafsir, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, Khattil Qur'an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ).

Untuk memperkuat kualitas, DSI Aceh menghadirkan pelatih daerah dan nasional, di antaranya Ustaz Syahril untuk cabang Tahfizh, Ustaz Isep Misbah untuk Khattil Qur'an, Ustazah Mawaddah untuk Tilawah, serta Ustazah Maria Kiftiah untuk Syarhil Qur'an.

Strategi khusus juga disiapkan bagi cabang tertentu yang membutuhkan penguatan lebih. Sejumlah peserta akan menjalani pembinaan tambahan di Jakarta sebelum berangkat ke Semarang agar mendapat arahan langsung dari pelatih nasional.

“Tujuannya agar mereka tersentuh dengan pelatih-pelatih nasional. Karena namanya MTQ Nasional, tentu kualitas pembinaan juga harus disesuaikan dengan tingkat nasional,” jelas Misran. Pembinaan tambahan ini hanya diberikan kepada cabang yang dinilai memerlukan pendalaman teknik dan strategi.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top