ACEH TENGAH — Komunikasi dua arah antara aparat kewilayahan dan masyarakat kembali diperkuat di Desa Simpang Kelaping. Sertu Abdul Gofur dari Koramil 03/Pgs memanfaatkan momen santai untuk berdialog langsung dengan warga, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan aparat. Dengan pendekatan kekeluargaan, berbagai persoalan yang berkembang di tingkat kampung dapat diidentifikasi lebih awal. Hal ini sejalan dengan tugas kewilayahan yang mewajibkan Babinsa hadir di tengah-tengah kehidupan sehari-hari warganya.
Sertu Abdul Gofur menyebut komunikasi sosial merupakan bagian penting dari tugasnya. Ia menekankan bahwa banyak informasi justru lebih mudah didapat melalui obrolan santai dibandingkan forum formal. "Dengan komunikasi yang baik, permasalahan bisa diketahui sejak dini dan dicarikan solusi secara bersama-sama," ujarnya di sela kegiatan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak warga menjaga kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dinilai krusial, terutama dalam hal koordinasi cepat dengan aparat jika menemukan hal yang mencurigakan. Hal ini untuk mencegah potensi gangguan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa tidak hanya pada acara formal, tetapi juga melalui interaksi langsung di tengah aktivitas warga. Hal ini membuat kehadiran negara terasa dekat dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Suasana keakraban mewarnai jalannya dialog yang berlangsung aman dan tertib. Koramil 03/Pgs berkomitmen membangun komunikasi aktif dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah binaannya. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di Kecamatan Pegasing.
Kegiatan Babinsa seperti ini menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga membutuhkan partisipasi warga. Hubungan harmonis yang terus dipelihara menjadi modal utama menjaga stabilitas wilayah. Melalui interaksi rutin, berbagai potensi kerawanan dapat diminimalisir sejak awal.