Pulau Anudayan di Simeulue Disebut Mirip Lokasi Film SpongeBob, Bisa Dilihat dari Jalan Umum Teupah Barat

Penulis: Alfian Batubara  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:15:02 WIB
Pulau Anudayan di pesisir Desa Bunon, Simeulue, tampak mengapung di tengah laut biru saat air pasang, Minggu (23/8/2026).

SIMEULUE — Pemandangan pulau mungil yang tampak mengapung di tengah laut biru kini mudah dijumpai pengendara yang melintasi ruas jalan penghubung Kecamatan Teupah Barat dan Simeulue Tengah. Pulau bernama Anudayan itu berdiri sekitar 500 meter dari badan jalan, menawarkan panorama yang langsung bisa dinikmati tanpa perlu menyewa perahu.

Masyarakat setempat menyebutnya Pulau Anudayan, sementara para pelancong lebih akrab memanggilnya "Pulau SpongeBob"-nya Simeulue. Julukan itu muncul karena bentuk pulau yang dihiasi beberapa pohon kelapa dan tumbuhan liar ini sekilas mengingatkan pada pulau dalam alur cerita film animasi SpongeBob.

Jarak Tempuh dan Akses Menuju Pulau Anudayan

Lokasi Pulau Anudayan berada di kawasan pesisir Desa Bunon, Kecamatan Teupah Barat. Dari Kantor Camat Teupah Barat, jaraknya sekitar 18 kilometer, sementara dari Kantor Bupati Simeulue mencapai 42 kilometer.

Saat air laut pasang, pulau ini tampak seperti daratan kecil yang terapung di tengah lautan. Namun ketika air surut, hamparan pasir dan bebatuan kecil di sekelilingnya ikut memperlihatkan karakter alam pulau yang luasnya diperkirakan tidak jauh dari ukuran lapangan bola voli tersebut.

Asal-usul Nama Anudayan dan Kisah Burung Laut

Di balik bentuknya yang unik, nama Anudayan ternyata menyimpan cerita warisan masyarakat setempat. Menurut penuturan warga, pulau ini sejak dahulu menjadi tempat singgah burung-burung pemburu ikan di laut, seperti elang, camar, dan berbagai jenis burung lainnya.

Burung-burung itu kerap berlindung saat cuaca buruk, beristirahat, dan menikmati hasil buruan di pulau tersebut. Aktivitas burung yang hinggap di dahan pohon dan tampak berjuntai mengikuti hembusan angin laut itu dalam bahasa lokal disebut "besudday". Dari sebutan itulah, secara turun-temurun berkembang menjadi nama Anudayan.

"Ada historisnya nama pulau itu, dan nama asli pulau itu adalah Pulau Anudayan. Karena bentuknya seperti pulau dalam film SpongeBob, sehingga pengunjung atau pelancong menyebutnya Pulau SpongeBob," kata Camat Teupah Barat, Muhsin, Sabtu (22/8/2026).

Potensi Wisata Bahari dan Aturan Menjaga Kelestarian

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Zulfatah, menyebut Pulau Anudayan merupakan salah satu aset destinasi wisata yang masih original di kabupaten tersebut. Kelebihannya, pulau ini bisa dilihat langsung dari ruas jalan umum lintasan Teupah Barat menuju Simeulue Tengah.

"Kelebihan lain pulau itu dapat dilihat langsung dari ruas jalan umum. Di sekitar pulau itu juga menawarkan objek wisata bawah laut serta hamparan pasir pantainya yang juga memikat. Bila pelancong luar daerah belum melihat dan menyaksikan langsung Pulau Anudayan SpongeBob-nya Simeulue, maka belum lengkap kunjungannya," imbuh Zulfatah.

Meski fasilitas pendukung wisata di kawasan tersebut masih terbatas, keterlibatan masyarakat lokal menjadi modal penting menjaga pulau tetap alami. Muhsin menegaskan, pengunjung dilarang merusak atau memindahkan setiap benda yang ada di pulau tersebut.

"Pulau Anudayan itu salah satu magnet pariwisata yang ada dan dijaga oleh masyarakat Kecamatan Teupah Barat. Kami minta para pengunjung ke sana untuk tidak merusak dan memindahkan setiap benda yang ada di sana," ujarnya.

Warga Simeulue Timur, Uwo Mahesa (53), menilai Pulau Anudayan layak mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah. Menurutnya, siapa pun bisa menikmati keindahan pulau ini tanpa biaya, baik dari jarak dekat maupun jauh.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: hariandaerah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top