BANDA ACEH — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Aceh tahun ini akan berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman pada Senin (24/8/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 WIB itu disebut menjadi momen bagi umat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muhammad Ali yang akrab disapa Abu Paya Pasi, menyampaikan ajakan tersebut di Banda Aceh, Sabtu (22/8/2026). Menurutnya, peringatan Maulid merupakan tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah yang sarat nilai mahabbah atau kecintaan kepada Rasulullah.
"Kami mengundang dan mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Baiturrahman. Ini adalah momen memperkuat ukhuwah dan meneladani akhlak Rasulullah SAW," ujar Abu Paya Pasi.
Penceramah dari Kepala Dinas Syariat Islam Aceh
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kajian utama dalam peringatan Maulid tahun ini akan diisi oleh Dr Tgk H Misran Fuadi SAg MAP. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh itu dijadwalkan memberikan tausiyah setelah pelaksanaan Salat Isya berjamaah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh melalui DSI ini terbuka untuk umum. Seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, pemuda, maupun warga sekitar, diharapkan dapat hadir langsung di masjid kebanggaan rakyat Aceh tersebut.
Tema Perayaan: Meneladani Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Masyarakat Aceh yang Islami, Berakhlak Mulia dan Bersatu". Tema tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Aceh dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat.
Acara dijadwalkan berlangsung hingga selesai, dimulai setelah Shalat Isya secara berjamaah. Masyarakat yang hendak menghadiri diimbau untuk datang lebih awal guna mendapatkan tempat serta memudahkan pelaksanaan ibadah salat berjamaah di masjid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh di hati masyarakat Aceh. Nilai-nilai akhlak mulia yang diajarkan Nabi juga diharapkan mampu menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat persatuan, serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.