ACEH BARAT DAYA — Hasil pemeriksaan menyeluruh di blok hunian Lapas Kelas IIB Blangpidie mengungkap sejumlah barang yang seharusnya tidak berada di tangan warga binaan. Petugas menemukan benda-benda tajam dan barang terlarang lainnya yang tersimpan di berbagai lokasi, mulai dari tempat tidur, lemari, hingga sudut kamar mandi.
Barang-barang yang diamankan dalam operasi tersebut meliputi pisau rakitan, silet cukur, pisau cutter, dan paku. Selain benda tajam, petugas juga menemukan sendok besi, kabel listrik, stop kontak rakitan, kipas angin portable, botol kaca, hingga kartu joker.
Temuan stop kontak dan kabel listrik rakitan menjadi perhatian khusus petugas. Barang semacam ini berpotensi memicu korsleting listrik yang membahayakan keselamatan seluruh penghuni lapas.
Seluruh barang temuan langsung didata dan diamankan petugas untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Operasi ini berlangsung aman dan kondusif tanpa perlawanan dari warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa razia ini bukan sekadar tindakan represif. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan untuk memastikan kondisi lapas tetap aman dan tertib.
"Razia ini merupakan langkah deteksi dini untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Pelaksanaannya kami lakukan secara humanis, profesional, dan sesuai prosedur, dengan tetap memberikan pemahaman kepada warga binaan agar bersama-sama menjaga ketertiban," kata Iwan.
Setelah pemeriksaan kamar hunian selesai, petugas memberikan pengarahan kepada warga binaan. Mereka diingatkan untuk mematuhi tata tertib lapas dan tidak menyimpan atau menggunakan barang-barang yang dilarang.
Sebelum menjalankan operasi, petugas terlebih dahulu mendapat arahan teknis mengenai pembagian tugas dan standar pemeriksaan. Hal ini dilakukan agar seluruh proses berjalan profesional dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Lapas Kelas IIB Blangpidie menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memberikan efek jera bagi warga binaan yang mencoba melanggar aturan.