Bupati Aceh Besar Hadiri Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman, Umat Diajak Saring Informasi Sebelum Dibagikan

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:31:01 WIB
Bupati Aceh Besar menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

BANDA ACEH — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raya Baiturrahman menjadi momentum bagi umat untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP, dalam tausiahnya mengajak jamaah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan.

Kehadiran Bupati Aceh Besar bersama Plt. Sekretaris Daerah Aceh Taufik, ST., M.Si., Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST., serta jajaran Forkopimda Aceh memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati hari kelahiran Nabi.

Pesan Bijak Bermedia Sosial: Saring Sebelum Sharing

Dalam konteks kehidupan modern, Misran Fuadi mengingatkan jamaah untuk memperbaiki cara berkomunikasi, termasuk dalam penggunaan media sosial. Umat Islam diminta tidak mudah menyebarkan kebencian, hujatan, maupun provokasi yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

"Saring sebelum sharing," menjadi pesan kunci yang ditekankan dalam tausiah tersebut. Pesan ini menjadi pengingat agar setiap informasi yang hendak disampaikan kepada orang lain dipertimbangkan terlebih dahulu dampaknya.

Keteladanan Rasulullah dalam Menyelesaikan Konflik

Misran Fuadi juga mengangkat kisah Nabi Muhammad SAW saat menyelesaikan perselisihan antarsuku terkait peletakan Hajar Aswad. Rasulullah mampu menghadirkan solusi yang melibatkan seluruh pihak sehingga tidak ada kelompok yang merasa dikalahkan.

Kisah tersebut menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya musyawarah, kerja sama, dan keadilan. Penyelesaian persoalan melalui pendekatan yang memberikan manfaat bagi semua pihak atau win-win solution dinilai relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

Perbedaan sebagai Sunnatullah, Kunci Memperkuat Persatuan

Dalam tausiahnya, jamaah juga diajak memandang perbedaan sebagai bagian dari sunnatullah. Perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, melainkan perlu dikelola dalam semangat kebersamaan dan persatuan.

Menurut Misran Fuadi, akhlak Nabi Muhammad SAW merupakan cerminan nilai-nilai Al-Qur'an yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah, hingga hubungan antarmanusia. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak dibatasi oleh waktu maupun tempat dan dapat diterapkan dalam berbagai profesi, baik oleh aparatur pemerintahan, petani, aparat keamanan, maupun masyarakat umum.

Persatuan umat dapat diperkuat melalui tiga pilar persaudaraan: ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa dan tanah air), serta ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka. Momen ini menjadi ajang bagi umat Islam untuk kembali mempelajari sirah nabawiyah dan mengimplementasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan akhlakul karimah.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top