Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Manajemen Genjot Pendapatan hingga Buka Usaha Kuliner demi Bayar Rekanan

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:58:32 WIB
Manajemen RSUDZA membayar Rp112 miliar dari total utang Rp416,97 miliar secara bertahap untuk menjaga arus kas pelayanan.

BANDA ACEH — RSUDZA mencatatkan total utang yang harus diselesaikan hingga akhir tahun ini mencapai Rp416,97 miliar. Beban tersebut berasal dari pengadaan obat-obatan, peralatan medis, serta sejumlah kewajiban lain kepada rekanan yang memasok kebutuhan rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu.

Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUDZA, T. Hendra Faisal, menyebutkan manajemen telah membayarkan sekitar Rp112 miliar dari total utang tersebut pada 2026. Pembayaran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan arus kas rumah sakit agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Untuk tahun 2026 ini kami sudah menyetor Rp112 miliar. Sementara sisanya segera dibayarkan agar operasional berjalan lancar,” ujar T. Hendra Faisal saat bertemu sejumlah awak media di Banda Aceh, Rabu (26/8/2026).

Strategi Manajemen Menekan Tunggakan

Direktur Utama RSUDZA, Dr. Muhazar, menjelaskan bahwa pembayaran utang tidak bisa dilakukan sekaligus karena bergantung pada pendapatan yang masuk. Sumber utama pemasukan rumah sakit berasal dari layanan kesehatan, sementara kewajiban kepada rekanan terus berjalan setiap bulannya.

“Dari jumlah utang yang terakumulasi sebesar Rp416,97 miliar, RSUDZA secara berkala terus melakukan pembayaran kepada pihak rekanan,” jelas Muhazar.

Untuk mempercepat pelunasan, manajemen tidak hanya mengandalkan pendapatan dari jasa medis. RSUDZA berencana mengoptimalkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan membuka unit usaha baru di lingkungan rumah sakit.

Usaha Kuliner hingga Dukungan Anggaran Aceh

Potensi pendapatan yang tengah dikembangkan antara lain membuka usaha kuliner dan layanan penunjang lainnya. Langkah ini dinilai mampu menambah pemasukan di luar layanan kesehatan yang selama ini menjadi andalan utama.

“Kita akan tingkatkan terus pendapatan lainnya melalui BLUD RSUDZA, seperti membuka usaha-usaha kuliner dan layanan lainnya,” kata Muhazar.

Di sisi lain, penyelesaian utang ini juga melibatkan pemerintah daerah. Manajemen RSUDZA terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan legislatif agar ada pengalokasian anggaran khusus dalam APBA 2026 untuk mempercepat pembayaran kewajiban kepada rekanan.

Target Akhir Tahun: Operasional Stabil dan Pelayanan Optimal

Muhazar menegaskan bahwa penyelesaian utang menjadi prioritas utama manajemen. Kondisi keuangan yang sehat dinilai menjadi fondasi agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh bisa berjalan optimal tanpa hambatan pasokan obat maupun alat medis.

Dengan kombinasi peningkatan pendapatan layanan, pengembangan usaha BLUD, serta dukungan anggaran dari Pemerintah Aceh, manajemen optimistis kewajiban kepada rekanan dapat dituntaskan. Targetnya, seluruh utang lunas pada 2026 sehingga operasional RSUDZA kembali stabil dan kualitas layanan kesehatan meningkat.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top