ACEH — Peristiwa kebakaran di Kabupaten Bima sepanjang delapan bulan terakhir tercatat meluas hingga 87 objek terdampak. Berdasarkan data Damkarmat setempat, bangunan yang terbakar mencakup rumah tinggal, gudang, hingga lahan milik warga yang tersebar di kecamatan Woha, Parado, Langgudu, Ambalawi, Bolo, Palibelo, Donggo, Tambora, Monta, Sape, Lambu, Madapangga, Belo, Soromandi, Wawo, Lambitu, Sanggar, dan Wera.
Ruslan mengungkapkan bahwa arus pendek listrik menjadi penyebab terbanyak dalam rentetan kebakaran tersebut. Namun, faktor lain turut menyumbang, seperti penggunaan gas portabel mini, tabung elpiji 3 kilogram, kebocoran gas, hingga bensin.
“Tetapi kebakaran lebih banyak disebabkan oleh arus pendek listrik atau korsleting listrik,” ujarnya, Rabu (26/8).
Selain faktor teknis, kelalaian manusia juga berperan signifikan. Bara api bekas memasak yang tidak dipadamkan, pembakaran sampah, puntung rokok, pembakaran lahan, serta api yang ditinggalkan saat memasak di dapur disebut menjadi pemicu lain. Gangguan pada peralatan elektronik seperti kipas angin juga berpotensi menimbulkan api.
Dari puluhan insiden yang terjadi, dua orang meninggal dunia. Keduanya merupakan warga lanjut usia asal Dusun Plasma, Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu.
“Jadi kami selalu mencatat dan melaporkan setiap kejadian kebakaran. Sekarang dalam catatan resmi ada sekitar 51 kasus,” jelas Ruslan.
Menghadapi tingginya angka kejadian, Damkarmat Kabupaten Bima menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Program bernama Selasa Menyapa dimanfaatkan untuk menjangkau warga secara langsung dan membangun kesadaran akan risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
“Edukasi kepada masyarakat penting untuk membangun kesadaran bahwa sebagian besar kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memahami sumber risikonya,” tuturnya.
Ruslan mengingatkan warga untuk memeriksa kondisi instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah secara berkala. Ia juga menekankan pentingnya memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan, baik di dapur maupun saat membakar sampah.
Dengan kasus yang tersebar hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bima, kewaspadaan individu menjadi pertahanan terdepan. Perhatian khusus terhadap instalasi listrik di rumah dan tempat usaha dinilai krusial untuk menekan potensi kebakaran susulan.