ACEH TENGAH — Personel TNI dari Koramil 03/Pegasing dan Koramil 02 jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah bergerak ke lokasi kebakaran di Kebun Tamas, Desa Uring, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.30 WIB, dan proses pemadaman masih berlangsung hingga laporan ini diturunkan.
Sebanyak lima personel TNI diterjunkan ke lokasi, dibantu dua aparatur desa dan sekitar 10 warga. Mereka berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Medan Perbukitan Jadi Kendala Utama Pemadaman
Danramil 03/Pegasing Kapten Inf Iskandar menyebut kondisi geografis menjadi tantangan terbesar dalam upaya pengendalian api. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
"Personel bersama aparatur desa dan masyarakat langsung melakukan pemadaman secara manual. Kondisi medan cukup sulit karena berada di kawasan perbukitan dan tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam," ujar Kapten Inf Iskandar dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Cuaca Panas dan Lahan Kering Mempercepat Rambat Api
Proses pemadaman berlangsung alot. Kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas disebut berpotensi memperbesar penyebaran api ke area yang lebih luas. Personel gabungan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk mencegah api merembet ke perkebunan warga lainnya.
Hingga saat ini, sumber api belum diketahui pasti. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas manusia, mengingat tidak ada faktor alam seperti sambaran petir yang terjadi di wilayah tersebut pada hari kejadian.
TNI Imbau Warga Tak Bakar Lahan Saat Musim Kemarau
Kapten Inf Iskandar mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering seperti sekarang. Risiko kebakaran meluas disebutnya sangat tinggi dan berdampak langsung pada kerugian ekonomi warga.
"Kami minta warga menghentikan kebiasaan membakar lahan. Sekali api menyala, menjalar cepat dan sulit dipadamkan karena medannya terjal," tegasnya.
Kebakaran lahan di Aceh Tengah kerap terjadi pada puncak musim kemarau. Kabupaten yang berada di dataran tinggi Gayo ini memang memiliki banyak area perkebunan kopi dan lahan kosong yang rawan terbakar ketika kemarau panjang melanda.