Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Aceh Dikawal Kementerian hingga 2028, Fokus pada Keberlanjutan Usaha

Penulis: Alfian Batubara  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:20:02 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen pendampingan pemulihan UMKM terdampak bencana di Aceh hingga 2028.

JAKARTA — Kementerian UMKM memastikan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak berhenti pada pemberian bantuan pascabencana. Pemerintah akan mengawal keberlanjutan usaha masyarakat di tiga provinsi itu hingga 2028.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, pendampingan harus berlanjut sampai aktivitas ekonomi di daerah terdampak kembali tumbuh. Hal ini sesuai arahan Presiden agar bantuan tidak selesai di tahap awal saja.

"Pesan Presiden, bantuan dan dukungan terhadap pemulihan ekonomi di tiga provinsi ini jangan hanya selesai di awal saja. Kita harus fokus hingga tataran pemulihan ekonomi yang kontinuitasnya terjaga sampai tahun 2028," kata Maman dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Anggaran Pemulihan Mencapai Rp 21 Miliar pada 2028

Kementerian UMKM mengalokasikan anggaran pemulihan sebesar Rp 21 miliar pada 2028 bagi lebih dari 11 ribu UMKM di tiga provinsi terdampak bencana. Penyaluran bantuan ini menuntut akurasi data penerima agar tepat sasaran.

Data yang diverifikasi pemerintah daerah akan diintegrasikan melalui platform SAPA UMKM sebagai basis pelaksanaan program pemulihan dan pemberdayaan. Proses verifikasi melibatkan bupati, wali kota, hingga gubernur.

"Yang sudah di-OK-kan melalui bupati, wali kota, dan gubernur, itulah yang kita terima dan masukkan ke SAPA UMKM," ujarnya.

Tenggat Verifikasi Data 14 September 2026

Kementerian UMKM meminta pemerintah daerah mempercepat pengusulan dan verifikasi calon penerima bantuan. Pengusulan melalui SAPA UMKM ditargetkan rampung paling lambat 14 September 2026.

Selain bantuan rehabilitasi ekonomi, Kementerian UMKM juga mengaktifkan Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi. Layanan ini memberikan pendampingan dan menangani berbagai persoalan usaha pelaku UMKM terdampak bencana.

Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Pemulihan Ekonomi

Maman berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah, dukungan anggaran, serta pendampingan berkelanjutan dapat memulihkan aktivitas usaha di wilayah terdampak bencana. Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Program pemulihan ini menjadi prioritas mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Keberlangsungan usaha mikro dan kecil sangat menentukan cepatnya roda ekonomi kembali berputar pascabencana.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top