JAKARTA — Kementerian UMKM memastikan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak berhenti pada pemberian bantuan pascabencana. Pemerintah akan mengawal keberlanjutan usaha masyarakat di tiga provinsi itu hingga 2028.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, pendampingan harus berlanjut sampai aktivitas ekonomi di daerah terdampak kembali tumbuh. Hal ini sesuai arahan Presiden agar bantuan tidak selesai di tahap awal saja.
"Pesan Presiden, bantuan dan dukungan terhadap pemulihan ekonomi di tiga provinsi ini jangan hanya selesai di awal saja. Kita harus fokus hingga tataran pemulihan ekonomi yang kontinuitasnya terjaga sampai tahun 2028," kata Maman dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Kementerian UMKM mengalokasikan anggaran pemulihan sebesar Rp 21 miliar pada 2028 bagi lebih dari 11 ribu UMKM di tiga provinsi terdampak bencana. Penyaluran bantuan ini menuntut akurasi data penerima agar tepat sasaran.
Data yang diverifikasi pemerintah daerah akan diintegrasikan melalui platform SAPA UMKM sebagai basis pelaksanaan program pemulihan dan pemberdayaan. Proses verifikasi melibatkan bupati, wali kota, hingga gubernur.
"Yang sudah di-OK-kan melalui bupati, wali kota, dan gubernur, itulah yang kita terima dan masukkan ke SAPA UMKM," ujarnya.
Kementerian UMKM meminta pemerintah daerah mempercepat pengusulan dan verifikasi calon penerima bantuan. Pengusulan melalui SAPA UMKM ditargetkan rampung paling lambat 14 September 2026.
Selain bantuan rehabilitasi ekonomi, Kementerian UMKM juga mengaktifkan Klinik UMKM Bangkit di tiga provinsi. Layanan ini memberikan pendampingan dan menangani berbagai persoalan usaha pelaku UMKM terdampak bencana.
Maman berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah, dukungan anggaran, serta pendampingan berkelanjutan dapat memulihkan aktivitas usaha di wilayah terdampak bencana. Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Program pemulihan ini menjadi prioritas mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Keberlangsungan usaha mikro dan kecil sangat menentukan cepatnya roda ekonomi kembali berputar pascabencana.