LHOKSEUMAWE — Kompetisi yang diikuti oleh berbagai dayah di Aceh Utara ini menguji kreativitas santri dalam menyampaikan pesan dakwah melalui seni pertunjukan. Pengumuman pemenang digelar pada Senin, 6 Juli 2026, dan tim dari Unimal berhasil keluar sebagai yang terbaik.
Drama "Kehidupan Ahmad Bilal" yang ditampilkan tim Unimal mengisahkan perjalanan seorang tokoh yang penuh liku. Cerita ini menekankan proses seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, dengan nilai-nilai keagamaan dan perjuangan sebagai benang merahnya.
"Drama tersebut mengangkat kisah perjalanan kehidupan seorang tokoh yang sarat dengan nilai keagamaan, perjuangan, serta proses menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Najiatul.
Baginya, pentas ini bukan sekadar ajang lomba. Ada pesan mendalam yang ingin disampaikan kepada para penonton tentang pentingnya ilmu agama sebagai bekal kehidupan.
"Saya ingin menyampaikan bahwa pentingnya mempelajari ilmu agama karena ilmu agama bisa menjadi bekal dan membantu kita di akhirat nanti. Selain itu, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Masa lalu yang penuh kesalahan bukanlah akhir dari segalanya," jelasnya.
Kesuksesan ini tidak diraih secara instan. Najiatul dan timnya menjalani persiapan intensif selama bulan Muharram, jauh hari sebelum hari perlombaan tiba.
Proses kreatif yang panjang dilalui, mulai dari menyusun konsep cerita, mempersiapkan peran, hingga latihan dan penyempurnaan penampilan secara bersama-sama. Kekompakan tim menjadi kunci utama yang mengantarkan mereka pada kemenangan.
"Berkat kerja sama dan kekompakan seluruh anggota tim, drama yang mereka tampilkan berhasil meraih Juara 1 Sayembara Tingkat Dayah," tambahnya.
Prestasi Najiatul di ajang tersebut tidak berhenti pada kompetisi drama. Ia juga berhasil menyabet gelar Juara 2 Kelas di dayah, menunjukkan konsistensinya dalam menuntut ilmu agama.
Lebih dari sekadar piala, pengalaman mengikuti sayembara ini memberikan pelajaran berharga bagi Najiatul. Ia belajar membangun kerja sama tim, meningkatkan keberanian tampil di depan publik, serta mengemas pesan keagamaan melalui medium seni pertunjukan.
"Prestasi tersebut menjadi pengalaman membanggakan bagi saya dan tim sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus," tutupnya.