Disdikbud Aceh Besar Gelar Seminar Internasional untuk 185 Kepala Sekolah, Bahas Peran Pemimpin di Era Teknologi

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 10 September 2026 | 07:02:01 WIB
kepala sekolah di Aceh Besar mengikuti seminar internasional secara daring dalam rangka memperingati Hardikda Aceh.

BANDA ACEH — Sebanyak 185 kepala sekolah dari jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP Negeri di Kabupaten Aceh Besar mengikuti seminar internasional yang digelar secara daring, Rabu. Ajang ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh dan menghadirkan dua narasumber dari dalam serta luar negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Aceh Besar, Agus Jumaidi, menekankan bahwa posisi kepala sekolah saat ini tidak lagi sekadar administrator. Mereka dituntut untuk membangun visi, memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan menciptakan perubahan positif di lingkungan satuan pendidikannya masing-masing.

Dua Narasumber dari Malaysia dan Aceh

Seminar ini menghadirkan Dr. Shahrinizam Mohd Amin, Pensyarah di Universiti Muhammadiyah Malaysia, serta Dr. Muhammad Aulia yang menjabat Ketua Program Studi Doktor Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Keduanya memaparkan materi seputar peran sentral pemimpin sekolah dalam memotivasi warga sekolah dan mengelola perubahan.

"Seiring perkembangan teknologi, kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, inovatif, dan mampu menggerakkan seluruh warga sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan," kata Agus Jumaidi di Banda Aceh.

Refleksi Nilai Pengabdian Guru

Agus menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang refleksi bagi para kepala sekolah untuk memperkuat peran sebagai pemimpin perubahan. Mereka diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang inovatif dan kolaboratif, sekaligus memberikan apresiasi terhadap dedikasi para pendidik.

Pesan mendalam tentang profesi guru turut mengemuka dalam kegiatan tersebut. Agus mengingatkan bahwa kemuliaan profesi guru tidak hanya diukur dari hal yang diterima selama menjalankan tugas, tetapi juga dari ilmu dan kebaikan yang diwariskan kepada peserta didik.

"Nilai ilmu yang bermanfaat tersebut menjadi refleksi penting bagi para pendidik. Ilmu yang diberikan kepada peserta didik dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari amal yang berkelanjutan," ujarnya.

Semangat meningkatkan kesejahteraan guru dinilai harus berjalan seiring dengan kesadaran akan besarnya nilai pengabdian. Guru tidak hanya mengajar, tetapi turut membangun karakter, menanamkan nilai, dan mewariskan ilmu bagi generasi mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Besar.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: news.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top