ACEH — Kemenangan ini lahir dari pertarungan taktik dua pelatih yang berbeda ideologi. Shin Tae Yong menurunkan Persija dengan pendekatan disiplin dan penguasaan ruang, sementara Igor Tolic membawa Persib bermain sabar membangun serangan dari lini tengah.
Persija mengunci lini-lini berbahaya Persib, terutama pergerakan Thom Haye. Fabio Calonego dan Stjepan Loncar bermain solid di sektor tengah.
Mobilitas Rizky Ridho sebagai fake defender menambah kekuatan Persija dalam transisi. Adam Alis, yang biasanya menjadi motor serangan Persib, kehilangan sentuhan magisnya di babak pertama.
Ketika Persib mulai kelelahan dan kehilangan fokus, Persija memanfaatkan celah. Alexander Jeremejeff membuka keunggulan lewat assist Denis Kollinger, yang tiba-tiba bergerak melebar ke posisi winger.
Gol itu menjadi penutup babak pertama yang membuat GBK bergemuruh.
Memasuki babak kedua, Igor Tolic belum menemukan formula untuk menembus pertahanan Persija. Ia kemudian menarik Thom Haye dan Mariano Peralta.
Adam Alis digeser aktif ke sayap kanan, sementara Luka Menalo masuk sebagai kartu as. Perubahan itu memberi Persib opsi serangan baru.
Ditariknya Rizky Ridho karena memberi isyarat ada gangguan turut berdampak. Sistem pertahanan Persija goyah, dan Persib menyamakan kedudukan lewat sepakan Balsa Sekulic.
Pertandingan yang tampak akan berakhir imbang 1-1 berubah di injury time. Ivan Mamut mencetak gol pada menit ke-90+5.
GBK bergemuruh. Stadion meletup, erupsi. Persija menang 2-1.
Yang menarik dari laga ini bukan hanya gol kemenangan Persija. Tidak ada drama klasik khas Derbi Indonesia berupa keributan antarpemain di tengah lapangan.
Wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, hanya mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua untuk pemain Persija dan satu untuk pemain Persib. Ketiganya murni professional foul, bukan akibat provokasi atau emosi berlebih.
Yang tersaji adalah adu teknik, fisik, psikologi, mentalitas, dan strategi. Drama sepak bola yang estetik. Suporter meneror lawan, baik yang bermain maupun cadangan, dan para pemain membalas dengan gairah sama tinggi.
Ini laga klasik versi modern. Rivalitas yang naik level.