SUKA MAKMUE — Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan menyebut kehadiran Susi Pudjiastuti bersama rombongan sebagai bentuk kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Menurutnya, akses transportasi udara mempermudah mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas pemerintahan dan dunia usaha.
"Kehadiran Ibu Susi bersama rombongan tentunya merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami, Pemkab Nagan Raya beserta seluruh masyarakat," kata TRK.
Pemkab Nagan Raya berharap pengoperasian kembali rute tersebut menjadi awal penguatan kerja sama dengan maskapai, terutama untuk mempercepat pembangunan daerah.
Susi Pudjiastuti mengungkapkan Nagan Raya dan Meulaboh punya tempat khusus dalam perjalanan maskapai yang ia dirikan. Keterikatan itu bermula setelah gempa bumi dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.
Susi bersama rombongan tiba di Aceh pada 28 Desember 2004 untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Dari titik itulah cikal bakal Susi Air terbentuk.
"Awal mula Susi Air lahir di Nagan Raya, Aceh. Karena itu, daerah ini memiliki sejarah tersendiri bagi perjalanan Susi Air. Tanpa Nagan Raya, mungkin perjalanan Susi Air tidak akan seperti sekarang," ujar Susi.
Ia berharap konektivitas udara lewat pesawat berukuran kecil terus dipertahankan dan dikembangkan, terutama untuk melayani daerah dengan keterbatasan akses transportasi.
Kepala UPBU Kelas II Cut Nyak Dhien, Fanani Zuhri, menilai beroperasinya kembali Susi Air menjadi sarana transportasi penting bagi Nagan Raya dan wilayah sekitarnya. Rute yang dilayani mencakup Medan, Nagan Raya (Meulaboh), dan Banda Aceh.
Penerbangan ini diharapkan menghemat waktu perjalanan warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan di wilayah pantai barat selatan Aceh.